Rumah Perempuan Kupang: Sepanjang 2016 Ada 327 Kasus KDRT

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih mendominasi tindak kekerasan terhadap perempuan di NTT. Berdasarkan catatan tahunan dari Rumah Perempuan Kupang (RPK) Jumlah kasus yang ditangani RPK sepanjang tahun 2016 sebanyak 327 kasus,

Demikian dikatakan Direktris Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe kepada wartawan dalam Jumpa Pers akhir tahun di Kantor RPK Kupang.

Didampingi koordinator Divisi Pendampingan dan Advokasi Korban Rahmawati Bagang, koordinator Divisi Publikasi dan Informasi Nurkasri Umar, dan staf pendampingan Sepriana Tapehe, serta Manager Keuangan Magdalena Suciwati Taneo, Libby mengatakan, sepanjang tahun 2016, secara data pendampingan yang dilakukan oleh Rumah Perempuan Kupang terhadap tindak kekerasan perempuan dan anak yang di tangani oleh Divisi Pendampingan dan Advokasi Korban Rumah Perempuan Kupang, kekerasaan dalam rumahtangga (relasi suami-istri dan IJM) sebanyak 327 kasus, yang terdiri dari kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, Ingkar Janji Menikah, Penganiayaan, Anak Berhadapan dengan Hukum/ABH, Anak membutuhkan perlindungan khusus/AMPK, trafficking dan kekerasan lainnya.

Baca : Pemuda NTT Tolak Keras Pernyataan Kafir Terhadap Sesama Pemeluk Agama

“Total kasus tersebut didominasi oleh kasus KDRT yakni sebanyak 111 kasus (34%), diikuti dengan kasus ABH sebanyak 50 kasus (15%), kasus AMPK sebanyak 40 kasus (12%), Kekerasan seksual 37 kasus (11%), kasus trafficking sebanyak 32 kasus (10%), kekerasan lainnya 22 kasus (7%), Ingkar Janji Menikah sebanyak 19 kasus ( 6%) dan yang terakhir kasus Penganiayaan sebanyak 15 kasus (4,69%) namun kasus Buruh Mingran 1 kasus (0,31%),” kata Libby.

Menurut Libby, dari angka kasus yang terjadi menunjukkan bahwa perempuan merupakan kelompok paling rentan mengalami kekerasan baik kekerasan yang terjadi di ranah publik, domestik maupun Negara. Untuk itu Rumah Perempuan terus melakukan berbagai upaya dan strategis dalam melakukan penanganan dan pencegahan akan kasus kekerasan terlebih terhadap perempuan dan anak.

“Dalam penanganan dan pencegahan kasus kekerasan ini, tentunya semua peran yang dilakukan oleh Rumah Perempuan Kupang tidak hanya dilakukan oleh Divisi Pendampingan dan Advokasi Korban, tetapi peran dalam penanganan dan pencegahan kekerasan ini peran Divisi Publikasi dan Informasi, juga terus gencar melakukan upaya dalam menyadarkan masyarakat yakni pada divisi ini, dimana ditahun 2016 telah melakukan berbagai kegiatan kampanye.

Kampanye yang dilakukan sebagai suatu upaya penyebaran informasi strategi yang digunakan oleh Rumah Perempuan Kupang dalam rangka meningkatkan akses informasi bagi masyarakat. Informasi merupakan hal yang paling penting sehingga terjadi perubahan pola pikir dan perilaku terutama dalam memandang perempuan dengan sejumlah persoalan yang selama ini cenderung dialamatkan kepada perempuan.