Gubernur NTT Kunjungi Kapal Listrik Gokhan Bey

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Dirut PT PLN (Persero), Sofyan Basyir, yang telah memprioritaskan memberikan kapal pembangkit listrik untuk Nusa Tenggara Timur (NTT), khusus untuk masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.

“Desember tahun lalu Presiden Jokowi merayakan Natal Nasional disini (Kupang, red). Waktu itu saya minta NTT juga mendapat kapal listrik seperti yang sudah diberikan ke Sulawesi Utara. Ternyata NTT belum dikasih. Lalu saya menghadap Dirut PLN agar NTT diprioritaskan. Desember tahun ini permintaan saya dipenuhi. Kapal ini seharusnya untuk NTB, dialihkan prioritas dikasih ke NTT. Ini menjadi hadiah Natal, sekaligus hadiah ulang tahun NTT yang ke- 58.”

Demikian penjelasan Gubernur Frans Lebu Raya kepada wartawan di atas kapal listrik “Karadeniz Powership Gokhan Bey”.

Gubernur dan rombongan Forkompimda NTT, Rabu (21/12) pagi berkunjung ke kapal listrik yang sedang lego jangkar perairan Bolok, lokasi PLTU 2 NTT di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat.

Anggota Forkompinda NTT yang ikut dalam kunjungan, yakni, Ketua DPRD NTT, Dandrem 161/Wirasakti, Kepala Kejati NTT, Komandan Lanud Eltari Kupang, dan pejabat yang mewakili Komandan Lantamal Kupang. Kunjungan ini didampingi General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur.

Frans Lebu Raya juga menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada manajemen Karadeniz Holding dan seluruh awak kapal dan pekerja asal negara Turki yang telah membawa kapal listrik langsung dari Turki ke Kupang. Kehadiran kapal listrik ini, lanjut Frans, memberikan kepastian kecukupan daya listrik dan kenyamanan bagi masyarakat NTT, khususnya di Kota Kupang dan sekitarnya yang akan merayakan Natal.

Baca : Kado Natal PLN Untuk Rote Ndao

” Dengan listrik yang cukup tersedia, maka silakan masyarakat dan dunia usaha berinvestasi di NTT, khususnya di Kupang. Karena kapal listrik ini dikontrak Pemerintah sebesar 60 Mega Watt (MW), tetapi masih ada cadangan lagi 60 MW,” kata Frans.

Di atas kapal Gubernur Frans Lebu Raya dan rombongan Forkompimda NTT, diterima oleh Dohan Karadeniz (Direktur PT. Karadeniz Holding), Ufuk Berk (Direktur Asia Pasifik
Karpowership), dan sejumlah pimpinan teknik Karpowership.

Kepada rombongan Gubernur NTT dan para wartawan, Direktur PT. Karadeniz Holding, Dohan Karadeniz, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, yang telah memberi kepercayaan kepada PT. Karadeniz. Kepercayaan ini akan dilaksanakan sebaik-baiknya.

” Kami berada disini untuk melayani masyarakat di Kupang,” kata Dohan Karadeniz, yang beristrikan wanita Indonesia asal Sunda.

Dohan menjelaskan, PT Kar Powership Indonesia adalah anak perusahaan dari Karpowership, pemilik tunggal, operator dan pembangun armada Kapal Pembangkit (pembangkit listrik terapung) yang pertama di dunia. Sejak 2010, sebanyak tiga belas Kapal Pembangkit telah selesai dibuat dengan total kapasitas yang terpasang melebihi 2,700 MW. Data ini Kapal Pembangkit tambahan kapasitas 5,000 MW sedang dalam proses pembuatan ataupun sedang dalam proses menunggu.

Sementara Direktur Asia Pasifik Karpowership, Ufuk Berk, secara singkat menyampaikan terima kasih atas kunjungan Gubernur NTT dan sejumlah pejabat penting.

“Kami senang membantu kelistrikan di Kota Kupang, kami senang berada di Kupang, Kupang aman,” kata Ufuk Berk.

Secara terpisah, saat bersama rombongan Gubernur NTT di dermaga PLTU 2 NTT Bolok, GM PLN NTT, Richard Safkaur, kepada wartawan mengatakan, posisi kapal listrik saat ini akan bergeser lagi ke titik koordinat yang sudah disepakati mendekat ke posisi menara saluran udara tegangan tinggi (SUTT) di darat. Kemudian dilakukan penarikan kawat dari kapal agar terhubung ke gardu induk di darat.

“Tim teknis kemudian akan melakukan pengujian semua persyaratan teknik dan aspek keamanannya. Jika layak, barulah kapal listrik diijinkan untuk beroperasi setelah ada sertifikat laik operasi atau SLO,” kata Richard Safkaur.

Gubernur NTT dan rombongan meninjau kapal listrik melalui jeti (dermaga kecil) PLTU Bolok, lalu menggunakan perahu nelayan Bolok mengantar ke kapal. Usai meninjau berbagai sudut kapal yang memiliki kapasitas pembangkit listrik 120 MW, gubernur dan rombongan dijamu sarapan dengan sejumlah menu khas Turki. (pb/Humas PLN Wilayah NTT)