Gubernur NTT Dukung Polda Usut Media Penyebar Berita Bohong
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya menyatakan mendukung pihak kepolisian daerah setempat untuk mengusut media-media massa yang menyebarkan berita bohong atau tidak sesuai dengan fakta, terkait peristiwa 1312 di Sabu Raijua belum lama ini.
“Sudah pasti kita mendukung kepolisian untuk menangani penyebaran berita bohong di media,” katanya kepada wartawan di Kupang, Senin (19/12/2016).
Hal ini disampaikan Gubernur Lebu Raya berkaitan dengan adanya pemberitaan pada salah satu media online yang memberitakan bahwa ada “3 Siswa Tewas, Teroris Gorok Leher Siswa SD di Sabu Raijua, NTT”.
Lebu Raya mengatakan, saat ini sudah diberlakukan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sehingga diharapkan agar media massa terutama media digital bisa lebih bertanggung jawab menyebarkan informasi kepada publik.
Pemerintah tidak melarang orang menyebarkan informasi, namun harus dipertanggungjawabkan bahwa informasi tersebut benar, akurat, dan tidak profokatif.
Baca : Komunitas Persaudaraan NTT Jakarta Kutuk Peristiwa Penyerangan Siswa di Sabu
“Kita tidak bisa menyebut secara jelas sekarang ada teroris, kan belum ada bukti, tetapi tetap didalami supaya kalau ada bisa segera ditangani,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Brigjen Pol E. Widyo Sunaryo mengatakan, akan memanggil pembuat berita bohong terkait kasus penyerangan siswa SD di Sabu yang terjadi pada Selasa (13/12).
Sunaryo menegaskan, pemberitaan tersebut telah melanggar Undang-Undang ITE sehingga akan diperoses lebih lanjut. “Pemberitaan ini bukan miring lagi, tetapi sudah bertolak belakang, sehingga kami akan tanggani kasus ini,” tuturnya.
Dia menyatakan, pemberitaan-pemberitaan tersebut akan membuat masyarakat gelisah, apalagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017.
“Mereka menuliskan bahwa itu pernyataan Kapolda NTT. Saya mau tegaskan bahwa itu adalah berita bohong. Tidak benar bahwa ada 30 teroris di NTT,” tandasnya.

