BNK Belu Dilengkapi Dua Klinik Rehabilitas Bagi Korban Narkoba

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Saat ini Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Belu, Timor Barat wilayah perbatasan antara Negara Indonesia dan Timor Leste telah memiliki dua lembaga rehabilitasi, yakni klinik rehabilitasi swasta Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik dan rehabilitasi Pemerintah Puskesmas Umanen sebagai tempat rehabilitasi khusus rawat jalan bagi residen atau pecandu narkotika yang telah siap digunakan.

“Kita sudah usulkan lembaga rehabilitasi dan dapat persetujuan dengan BNN yaitu rehabilitasi swasta Rumah Sakit Marianum Halilulik dan rehabilitasi tingkat Pemerintah kita sudah kantongi izin Puskesmas Umanen,” ungkap Kepala BNK Belu, Ferdinandus Bone Lau kepada NTTOnlinenow.com, Jumat (16/12/2016) di Kantor.

Menurut Lau, disamping sudah mengantongi izin klinik rehabilitasi Rumah Sakit Marianum Halilulik dan Puskesmas Umanen berdasarkan SK dari Dinas teknis, ada juga MoU antar lembaga supaya kedua klinik tersebut sebagai penyangga juga beberapa lainnya yang sementara diusulkan untuk melengkapi sehingga bisa resmi.

“Jadi kalau ada pengguna atau yang pecandu narkotika datang lapor diri ke Kantor. Kita akan fasilitasi untuk rehabilitasi di klinik tersebut dan mereka bebas rawat karena biaya ditanggung oleh lembaga BNK,” ujar dia.

Baca : BPAD Belu Gelar Lomba Cerita Rakyat dan Pemilihan Duta Baca Bagi Pelajar

Namun demikian, jelas Lau sebelum diserahkan ke tempat rehabilitasi kita ada tim asessment terpadu yang mana akan melakukan penyelidikan, kajian serta analisa baik dari kesehatan apakah orang itu layak mendapat hukuman atau direhabilitasi. “Nanti ada petugas yang akan ditempatkan di klinik tersebut dan mereka telah mengkuti pelatihan terkait merawat pasien korban narkoba,” terang dia.

Dikatakan, target BNK pertama yakni menyiapkan lembaga rehabilitasi masyarakat komponen guna menunjang program, sehingga begitu ada residen maka kita tidak kesulitan untuk mencari tempat rehabilitasi rawat jalan. Tidak saja itu, saat ini juga klinik pratama BNK tengah dalam proses izin dan dalam bulan ini sudah ada surat izin kerja dari tim pengelola klinik pratama BNN. “Keberadaan klinik itu guna mendekatkan dan memudahkan dalam memberikan pelayanan kepada pecandu yang rawat jalan,” ucap Lau.

“Dalam tahun pertama kita masih lakukan pemetaan wilayah mana yang rawan di Kabupaten Belu, TTU dan Malaka karena itu merupakan garis perbatasan. Tapi ditahun depan kita akan kolaborasi bersama-sama unsur terkait baik dalam sosialiasi maupun pemberantasan narkotika,” tandas dia.

Lau juga berharap, di tahun depan dalam perubahan Kantor BNK Belu sudah bisa dibangun. Sementara kita mengajukan ke Pemda Belu mudah-mudahan tanah yang akan diberikan ke BNK Belu bisa mendapat hibah untuk dibangun Kantor baru.