Pemerintah Minta BUMN Beri Perhatian Bangun Pariwisata di NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) meminta pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar turut memberi dukungan dalam pembangunan sektor pariwisata di daerah itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu menyampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Jumat (04/11/2016).

Menurut Marius, melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN, bisa dimanfaatkan untuk membangun fasilitas umum, listrik, maupun jaringan komunikasi yang menjadi kebutuhan utama bagi wisatawan di tempat-tempat wisata yang tersebar di seluruh daerah di provinsi kepulauan tersebut.

“Kita berharap investasi dana CSR BUMN tidak hanya untuk daerah Labuan Bajo, namun juga untuk daerah wisata lainnya terutama pembangunan energi listrik,” katanya.

Marius menyampaikan harapan itu terkait dengan langkah terobosan puluhan BUMN yang menggelontorkan dana CSR sekitar Rp 14,3 miliar untuk membantu pembangunan di Labuan Bajo pada akhir Oktober lalu.

Dia menjelaskan, kebutuhaan listrik merupakan salah satu hal penting dan utama dalam mendukung kemajuan tidak hanya di bidang investasi pariwisata namun juga kehidupan ekonomi sosial masyarakat.

Baca: BPS, Tingkat Kesejahteraan Petani di NTT Meningkat

Selain itu, jaringan komunikasi yang baik dan lancar juga merupakan kebutuhan masyarakat pada masa kini, terutama bagi para wisatawan baik domestik maupun wisatawan mancanegara dan tentunya hal ini ikut berperan dalam upaya mempromosikan potensi wisata NTT hingga ke mancanegara.

“Memang energi listrik untuk daerah NTT masih menjadi penghambat, untuk itu kita berharap agar dana bantuan BUMN bisa menyentuh daerah pelosok di mana terdapat juga destinasi wisata,” katanya.

Dia mengatakan, bantuan kelistrikan tersebut dapat berupa pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan sumber daya alam yang tersedia. Potensi sumber daya alam untuk pengembangan EBT di NTT sangat besar.

“Contohnya di daerah Flores yang banyak menyimpan potensi geothermal (panas bumi) yang bisa dimanfaatkan untuk kelistrikan hingga ke daerah pelosok,” katanya.

Selain Flores, lanjut dia, daerah lain seperti Sumba juga menyimpan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang dapat dikembangkan dengan dana bantuan dari BUMN. Daerah lain seperti Lembata, Alor, Rote, Sabu, Flores Timur juga berpotensi dikembangkannya pembangkit tenaga surya.

Dia menambahkan, kebutuhan listrik di daerah pelosok yang juga menyimpan potensi wisata akan bermanafaat bagi kehidupan masyarakat di daerah tersebut, selain itu juga untuk para wisatawan yang berkunjung.