Musda Golkar TTU ‘Deadlock’, Diduga Konspirasi Untuk Selesaikan Amandus dan Strategi Menghancurkan Paket FRESH

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Musyawarah Daerah (Musda) Ke-X Dewan Pengurus Daerah) DPD II Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (21/7/2020) mengalami deadlock.

Agenda Musda kali ini untuk memilih pemimpin guna menahkodai Partai Berlambang Pohon Beringin untuk masa bhakti 2020 2025. Tiga orang kandidat bersaing memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten TTU.

Tiga orang itu adalah Amandus Nahas, Kristoforus Eki dan Yohanes Bastian. Musda dipimpin Drs. Gabriel Manek, M.Si dan dibuka secara resmi oleh Ketua DPD I Golkar NTT, Melkianus Laka Lena.

“Deadlock karena ada peserta musda yang tidak diundang turut hadir dan mengaku utusan Komcat. Bahkan ada peserta yang sudah mengundurkan diri dari pengurus di Komcat tapi saat musda hadir dan mengaku membawa surat rekomendasi. Perang argumentasi soal ini berlarut-Iarut dan tanpa kesepakatan,” jelas Agustinus Tulasi, salah satu anggota panitia.

Karena deadlock, kepengurusan DPD II Partai Golkar Kabupaten TTU diambil alih oleh pengurus DPD I Partai Golkar NTT. Tentu akan digelar Musdalub (Musyawarah Daerah Luar Biasa) namun agendanya kapan, belum disepakati. Sementara Pilkada Kabupaten TTU sudah diambang pintu.



“Deadlock itu, sebenarnya settingan beberapa orang untuk memangkas kekuasaan Amandus Nahak sebagai ketua demisioner. ltu kudeta halus kepada Amandus. lni strategi untuk menghancurkan paket FRESH (Frengky Saunoah Amandus Nahas),” komentar salah satu peserta Musda, setelah dihubungi terpisah, Selasa (21/7/2020) malam. la menolak namanya ditulis.

Buktinya, tukas dia merincikan, adanya ‘wajah baru dan asing’ pengurus Komcat dari lnsana Utara, Insana Fafinesu dan Insana lnduk. Mereka tidak diundang dan memang sengaja diselundupkan ke arena Musda Golkar Kabupaten TTU untuk mengacaukan.

“Dengan demikian terjadi deadlock dan kepengurusan diambil alih DPD I Golkar NTT. lni strataegi untuk mengamputasi kekuasaan Amandus Nahas. Sehingga tidak memobilisasi pengikut dan massa untuk mendukung FRESH,” tambahnya.

“Karena bukan tradisi Golkar untuk mendapat porsi Calon Wakil Bupati dalam pilkada di mana pun. Apalagi secara electoral Golkar TTU punya modal 4 kursi sedangkan PDIP cuma 2 kursi. Masak Golkar cuma dapat jatah sebagai calon Wabup? Itu pemali dan melecehkan martabat Golkar,” pungkasnya.

Keterangan gambar : Pengurus DPD I Golkar NTT dan DPD II Golkar TTU foto bersama saat pembukaan Musda Partai Golkar Kabupaten TTU, Selasa 21 Juli 2020.