Presiden Jokowi ingin batik jadi pilar penggerak ekonomi nasional

Bagikan Artikel ini

Jakarta, NTTOnlinenow.com – Presiden Joko Widodo ( Jokowi), dalam peringatan Hari Batik Nasional, mengajak masyarakat untuk terus mengembangkan budaya batik. Industri batik, menurutnya, merupakan salah satu bentuk industri kreatif yang dapat menggerakkan ekonomi nasional.

Presiden dalam cuitan di akun resmi twitter-nya, berupaya untuk mengajak masyarakat agar terus mengembangkan batik yang telah menjadi warisan budaya Indonesia dan diakui dunia.

“Kembangkan terus batik sebagai industri kreatif yang menggerakkan ekonomi nasional. Selamat Hari Batik Nasional 2016 – Jkw,” cuitnya.

Presiden mengungkapkan pentingnya mengembangkan batik sebagai warisan budaya leluhur bangsa Indonesia.

Dalam sejarahnya, batik telah mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Bahkan UNESCO memasukkan batik dalam daftar Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Ketua Citra Kartini Indonesia – Perkumpulan Pemberdayaan Perempuan (CIRI), Ayu Reni Rosan, mengatakan Presiden Jokowi melalui visi Nawacita terbukti serius memajukan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar perekonomian negara. Banyak karya seni yang menjadi komoditas ekonomi kreatif yang lahir dari masyarakat dari Sabang sampai Merauke, antara lain batik dan tenun.

“Dengan kata lain masyarakat Indonesia sesungguhnya orang-orang kreatif dan sudah sejak lama mengandalkan buah kreativitas sebagai daya ekonominya,” kata Ayu Heni Rosan di Kemang Timur, Jakarta Selatan.

Menurut Ayu, batik adalah salah satu bukti nyata ihwal tersebut. Bahkan UNESCO sudah menobatkan batik sebagai karya asli bangsa Indonesia dan merupakan salah satu warisan budaya dunia.
Sumber : Merdeka.com