Langgar KEJ Coreng Kehormatan Profesi Wartawan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pelanggaran terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) merupakan pelanggaran terhadap kehormatan profesi wartawan dan juga pelanggaran terhadap kehormatan diri sendiri.

Hal ini disampaikan anggota Komisi Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Widodo Asmowiyoto saat menyampaikan materi pada kegiatan Safari Jurnalistik di Kupang, Jumat (30/9/2016).

Menurut Widodo, Kode Etik Jurnalistik dibuat khusus dari, untuk, dan oleh kalangan wartawan sendiri dengan tujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan profesi wartawan.

“Bagi mereka yang berprofesi sebagai wartawan, tiada yang lebih tercela dibandingkan dengan pelanggaran terhadap nilai-nilai kehormatan profesinya sendiri,” katanya.

Baca Juga : Pemerintah NTT Harus Kaji Ulang Penetapan Kawasan Hutan

Widodo mengatakan, wartawan harus memiliki keterampilan teknis dibidangnya. Misalnya harus dapat menulis berita atau menyiarkan berita dengan benar, adil, dan berimbang. Selain itu, wartawan harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas.

“Pendek kata, wartawan harus berilmu, baik dalam penguasaan teknis jurnalistik maupun sosial kemasyarakatan. KEJ dalam hal ini menjadi salah satu dan yang utama serta menjadi barometer profesionalisme wartawan,” katanya.

Dia menambahkan, KEJ menyangkut hati nurani terdalam. Rumusan dalam KEJ merupakan hasil pergumulan hati nurani wartawan. Pelaksanaannya juga harus dilandasi dengan hati nurani. Maka, pelanggaran terhadap KEJ, berarti penghianatan terhadap hati nurani profesi wartawan sendiri, dan ini merupakan sifat yang sangat tercela.

Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Marah Sakti Siregar dalam materinya tentang Jurnalisme Investigasi mengatakan, laporan investigasi mengungkapkan dengan jelas semua fakta di dalam dan dibalik peristiwa, apa dan siapa di belakang peristiwa itu.

Sedangkan laporan berkedalaman (Indepth Reporing), kata dia, menggali dan menguraikan dengan detil dan dalam semua fakta dari sebuah kejadian/peristiwa atau lebih mengetengahkan aspek kelengkapan dan kejelasan.