Cetak Sawah Baru 375 Hektar di TTU, Biaya Capai Rp 6 Miliar Mulai dikerjakan
Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Cetak sawah baru di kabupaten Timor Tengah Utara, di titik pusatkan pada desa Popnam kecamatan Noemuti Timur dilatar belakangi komoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunannya makin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan. Sehingga dari sisi ketanahan nasional fungsinya menjadi sangat penting dan strategis.
Dalam rangka mewujudkan kemandirian kedaulatan dan ketahanan pangan nasional maka salah satu program pemerintah adalah mewujudkan swasembada padi, jagung dan kedelai.
Di kabupaten TTU kegiatan perluasan sawah mendapat alokasi sebesar 375 ha yang tersebar di tiga kecamatan, 4 desa. Agar kegiatan ini berkesinambungan maka pada lahan sawah yang dicetak perlu diadakan aktifitas penanaman padi. Dan atas koordinasi dan kerja sama yang sinergis antar pemerintah, TNI, swasta dan masyarakat sehingga pada Jumat (26/08/2016) dilakukan kegiatan penanaman padi dengan menerapkan teknologi jajar legowo. Diharapkan dengan penerapan teknologi jajar legowo akan menambah pengetahuan dan keterampilan bagi petani.
Mewakili Danrem 161/WS Kupang, Kolonel Inf.Gregorius Suharso selaku Kasrem dalam sambutannya, mengatakan kegiatan itu merupakan kerja sama Menteri Pertanian dan TNI AD. Ia mengharapkan program – program pemerintah pusat melalui menteri pertanian dapat terlaksana dengan baik mengingat dana yang digunakan cukup besar.
“Saya mengharapkan program-program pemerintah pusat melalui menteri pertanian dapat diselesaikan tepat waktu paling lambat akhir September cetak sawah selesai, segera ada pananaman sehingga tidak mubasir mengingat dana yang dipakai cukup besar”. Kolonel Gregorius Suharso juga menugaskan Dandim 1618 TTU untuk terus mengawasi kegiatan penanaman sawah cetak baru tersebut. “Dandim 1618 TTU perlu mengawasi kegiatan ini sehingga dapat terlaksana tepat waktu”, pinta Kol Suharso.
Sementara bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes S.Pt menyambut baik kerja sama pemerintah, TNI AD, masyarakat dan pihak swasta. Menurut bupati Fernandes, kerjasama tersebut merupakan penghargaan yang tinggi untuk kabupaten TTU.
“Suatu penghargaan yang tinggi untuk kabupaten TTU karena dialokasikan seluas 375 ha”, ungkap Fernandes usai melakukan penanaman secara simbolis di lokasi sawah cetak baru. Bupati Fernandes juga mengakui, untuk kabupaten TTU sendiri masih banyak potensi – potensi lain yang lebih besar hanya terbentur biaya untuk meningkatkan potensi yang ada.
“Di kabupaten TTU ini masih banyak potensi yang lebih besar di beberapa lokasi, hanya kami kesulitan pembiayaan untuk pengairan sehingga dengan kerja sama departemen pertanian dan Mabes TNI AD tentunya merupakan suatu upaya untuk meningkatkan perluasan tanam padi dalam rangka upaya peningkatan produksi untuk mencapai swasembada pangan. Berbagai permasalahanan yang dihadapi dalam pencapaian swasembada pangan, diantaranya alih fungi lahan dan fregmentasi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur atau jaringan irigasi, semakin berkurang dan mahalnya upah tenaga kerja pertanian serta kurangnya pertanian mekanisasi pertanian, masih tingginya susut hasil, belum terpenuhinya kebutuhan pokok dan benih sesuai rekomendasi spesifik lokasi”, lanjut Fernandes.
Untuk lingkup kegiatan perluasan areal sawah sebelumnya, mencakup kegiatan identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), survey atau investigasi, penetapan lokasi, disain, kontruksi perluasan sawah yang terdiri dari pembukaan atau pembersihan lahan, perataan lahan, pembuatan pematang atau galengan sawah, pembuatan jalan usaha tani, pembuatan saluran drainase, pembuatan talang, gorong – gorong dan lain-lain yang diperlukan hingga siap tanam.
Sedangkan pemanfaatan lahan sawah setelah dicetak meliputi penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pemeliharaan sarana pendanaan kegiatannya berasal dari APBN melalui dana tugas pembantuan APBD I dan APBD II kabupaten TTU TA 2016. Khusus untuk pelaksanaan cetak sawah dialokasikan sebesar 16 juta rupiah per hektar sehingga total anggaran untuk desa Popnam seluas 90 ha menjadi 1 Miliar 440 juta rupiah. untuk kabupaten TTU secara keseluruhan areal sawah seluas 375 ha menelan biaya sebanyak 6 Miliar rupiah.
Dandim 1618 TTU, Dandim 1618/TTU, Letkol Inf.Yudi Gumilar, usai melakukan penanaman padi dengan penerepan teknologi jajar legowo mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Program Upaya Khusus (Upsus) Pendampingan TNI dengan melaksanakan penanaman di areal cetak sawah baru.
“Dengan adanya pendampingan dari anggota TNI, para petani akan semakin bersemangat dalam mengelola lahannya sendiri. Selain itu juga dengan pengawalan TNI terhadap persediaan pupuk bersubsidi dan sistem pengairan atau irigasi yang dilakukan secara serius, sehingga program Upaya Khusus (Upsus) saya yakin mampu mendukung program nasional swasembada pangan”, tutur Dandim Yudi Gumilar.

