Senator Medah dan Bupati Gidion Bagi Gratis Bibit Ubi Ungu

Bagikan Artikel ini

Laporan Laurens Leba Tukan
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Senator/Anggota DPD RI asal Provinsi NTT Drs. Ibrahim Agustinus Medah terus membagikan bibit ubi ungu gratis untuk masyarakat di Nusa Tenggara Timur. Pada Jumad, 19/8/2016 bersama Bupati Sumba Timur Gidion Mbili Joera, Senator Medah membagikan bibit ubi ungu gratis untuk masyarakat di Desa Kotakewao dan Desa Kemanggih, Kecamatan Kahunga Eti Kabupaten, Sumba Timur.

Pembagaian bibit ubu ungu gratis itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang lahan pertaniannya mengalami gagal panen akibat serangan hama belalang belum lama ini.

Di Balai Desa Kota Kewao, dihadapan ratusan petani, Iban Medah sapaan akrab Ibrahim Agustinus Medah mengatakan, setelah diberitakan media bahwa lahan pertanian masyarakat di Sumba Timur diserang hama belalang, pihaknya lalu menurunkan tim untuk memantau lahan pertanian masyarakat.

“Tim yang saya utus itu tidak hanya di satu lokasi tetapi di beberapa lokasi dan rupanya, hama belalang tidak menyerang tanaman ubi, termasuk ubi jalar. Maka saya berinisiatif untuk membantu masyarakat dengan membagikan bibit ubi ungu ini untuk ditanam sebagai alternatif bahan pakan. Target saya, untuk Sumba Timur kita bagikan 100.000 bibit ubi ungu,” katanya.

Medah yang dijuluki politisi ubi ungu itu  mengatakan, ia sudah menyaiapkan 50 juta bibit ubi ungu untuk dibagikan gratis bagi masayarakat NTT. Pusat pembibitan ubi ungu miliknya, selain ada di Noelbaki Kabupaten Kupang, di daratan Timor pihaknya sudah membuat pusat pembibitan di Kabupaten Belu, di daratan Flores sudah dibuat pusat pembibitan di Kabupaten Sikka dan Flores Timur, serta di daratan Sumba, dibuat pusat pembibitan di Kabupaten Sumba Timur, dan Rote Ndao.

“Kita buat pusat pembibitan di setiap daratan agar memudahkan pendistribusian bibit ubi ungu ini kepada seluruh masyarakat NTT dan bisa menjangkau semua kabupaten di daratan masing-masing. Dan untuk Alor, dan Sabu Raijua dalam waktu dekat  kita buka pusat pembibitannya, target kita akhir bulan Nopember 2016, seluruh masyarakat sudah mendapatkan bibit ubi ungu untuk ditanam,” jelas Medah.

Dijelaskan Medah, komiditi ubi ungu ini selain sebagai alternatif bahan makanan untuk membangun ketahanan pangan, dan pakan ternak, juga memiliki nilai ekonomis yang sangat besar. “Jika terjadi over produksi di masyarakat karena semua masyarakat NTT menanam ubi ungu, untuk pemasaran, jangan khawatir. Kita sudah bangun kesepakatan dan membuat MoU dengan dua perusahaan yang siap membeli hasil ubi ungu dari NTT, satu perusahaan setiap hari mampu membeli 30 ton dan satu perusahaan lagi siap membeli 50 ton per hari,” ujar Medah yang membuat para petani terpukau.

Dijelaskannya, dalam satu hektar lahan, dengan menggunakan metode penanaman yang ditemukan oleh DR. Zet Malelak yaitu ditanam dalam lubang dengan diameter 30 Cm, kedalaman 30-40 Cm dan jarak antar lubang 40 Cm maka bisa menanam sekitar 40.000 pohon. “Setiap pohon setelah empat bulan dipanen, berat ubinya bisa mencapai 3-4 Kg, sehingga satu hektar lahan bisa mencapai 100 ton ubi ungu. Jika dijual dengan harga Rp 1.000 per kilogram saja, maka satu hektar bisa mendapatkan uang sebanyak Rp 100 juta. Ini nyata, bukan masih di awan-awan, karena saya sudah tanam, dan sudah panen di kebun kami di Noelbaki. Dan Sebaiknya dimulai dari pekarangan rumah kita masing-masing,” katanya.

Bupati Sumba Timur Gidion Mbili Joera mengaku kagum dengan inovansi yang dilakukan oleh Senator Ibrahim Agustinus Medah untuk mengembangkan ubi ungu bersama masyarakat sampai pada penyediaan pasar. Saat itu juga, bupati Gidion  menyatakan kesediaanya untuk membuat pusat pembibitan di Sumba Timur untuk memudahkan pendistribusian bibit ubi ungu kepada masyarakat. “Kami masyarakat Sumba Timur sangat berterimakasih kepada Bapak Senator Ibrahim Medah karena sejak dulu sudah memberikan perhatian kepada kami mulai penanaman rumput laut yang sekarang sudah dinikmati masyarakat dan sekarang dengan ubi ungu,” katanya.

Sekretaris Desa Kota Kowao, Ndawalu Mbuku yang menerima bantuan bibit ubi ungu gratis dari Senator Medah mengatakan akan mengerahkan seluruh masyarakat di desanya untuk menanam ubi ungu. “Kami bersedia untuk menanam ubi ungu ini karena untuk jenis tanaman lain seperti padi dan jagung tidak bisa kami harap lagi karena serangan hama belalang. Tanaman ubi ungu ini sangat membantu kami para petani apalagi hanya empat bulan langsung dipanen,” katanya.