Bupati dan Wabup Belu Terima Kunjungan Kerja DPRD NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wakil Bupati, Vicente Hornai Gonsalves menerima kunjungan kerja Komisi I, III, V DPRD NTT dan BPBD NTT ke Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL, Selasa (25/2).

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Agustinus Nahak disambut Bupati dan Wakil Bupati Belu dilanjutkan dengan pertemuan bersama di ruang kerja Bupati Belu.

Turut hadir dalam pertemuan itu, Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi NTT Hironimus Banafanu, Anggota Komisi III Simon Guido Seran, Anggota Komisi V Lusia Lana, Adoe Yuliana Elisabeth, Agustinus Bria Seran, Kasimirus Kolo, Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Semuel Halundaka, serta pimpinan OPD Kabupaten Belu.

Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Belu untuk menyuarakan sejumlah persoalan strategis wilayah perbatasan RI-Timor Leste, mulai dari bencana alam, infrastruktur rusak, hingga kemiskinan dan pendidikan.

Bupati Willy dalam sambutannya menyampaikan, atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Belu, kami ucapkan terima kasih ke DPRD NTT atas kunjungannya ke Kabupaten Belu.

“Kami berharap Bapak dan Ibu dapat menyuarakan aspirasi dari perbatasan untuk membangun NTT, membangun Belu, dan membangun Indonesia,” ujar dia.

Bupati Willy dalam pertemuan itu juga menyoroti kerusakan sejumlah ruas jalan akibat longsor, termasuk jalan yang dibangun melalui dana APBN di Kilometer 6 dan Kilometer 7. Selain itu, ruas Teun dan Atambua–Wedomu juga disebut membutuhkan perhatian serius.

Dia juga mengusulkan agar desain pembangunan jalan yang digunakan pemerintah pusat dapat diadopsi oleh pemerintah provinsi karena dinilai memiliki kualitas konstruksi yang lebih baik dan tahan lama.

“Kita tidak ingin membangun jalan yang setiap tahun rusak. Kalau desain pusat terbukti kuat, kenapa tidak kita adopsi,” kata dia.

Lanjut Bupati Willy, selain masalah infrastruktur, persoalan kemiskinan di Kabupaten Belu juga menjadi sorotan utama. Dia mengungkapkan ironi kondisi Belu yang memiliki potensi sumber daya namun masih bergulat dengan angka kemiskinan.

“Kita seperti tidur di atas lumbung padi tetapi masih tetap miskin. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencari solusi,” kisah dia.

Ditekankan, Pemerintah daerah telah menginstruksikan OPD melakukan identifikasi langsung terhadap warga miskin, termasuk kasus sosial seperti anak-anak yang diasuh nenek karena orang tua merantau.

Bupati Willy juga berharap di bidang pendidikan bisa mendapat dukungan DPRD Provinsi NTT untuk memperjuangkan kuota khusus bagi putra-putri Belu agar bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Kami juga meminta DPRD NTT mengawal usulan perbaikan ruas jalan Teun yang menghubungkan Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka karena jalur tersebut sangat vital bagi mobilitas masyarakat perbatasan,” ujar dia.

Tambah Bupati Willy, terkait tanggul sungai Baukama, warga Bauho meminta untuk dibangun dan nanti kami akan usul ke pusat. “Untuk penanganan sementara saya dan pak Wakil sudah putuskan, kita akan bikin normalisasi dan tanggul darurat mencegah luapan sungai,” kata dia.