PLN Diminta Tingkatkan Mutu dan Pelayanan Terhadap Konsumen

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta PT. PLN (Persero) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperhatikan kualitas atau mutu dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan listrik di daerah itu.

Ketua YLKI NTT, Marthen Mullik mengungkapkan hal ini saat PLN NTT menggelar acara soft launching program GELIS (Gerai Layanan Listrik) di Kupang, Senin (31/10/2016).

Menurut Marthen, selama ini masyarakat seringkali dihadapkan pada kendala pelayanan listrik yang dilakukan secara terpisah-pisah sehingga membutuhkan waktu, tenaga dan biaya ekstra.

Selain itu, akses informasi yang diperoleh masyarakat tidak berjalan lancar sehingga kesadaran sebagai konsumen yang berdaulat untuk menentukan mutu dan hak pelayanan yang dicapai masih kurang.

Oleh karena itu, lanjut dia, layanan secara terpusat akan memudahkan konsumen untuk pelayanan kelistrikan seperti pembayaran rekening listrik, penyambungan baru, layanan instalasi, penjualan alat listrik, dan lainnya. Tak hanya itu, PLN perlu memperhatikan mutu dan pelayanan terhadap pelanggan.

Baca: Beri Kemudahan, PLN NTT Hadirkan GELIS bagi Pelanggan

Marthen mengungkapkan, masyarakat membutuhkan alamat pengaduan untuk kepastian kualitas pelayanan sehingga menjadi masukan bagi pengelola untuk terus-menerus meningkatkan kinerjanya.

“Kita apresiasi karena pihak PLN sudah berupaya menyediakan jasa pelayanan dengan pendekatan cepat, mudah, dan terjangkau meskipun dalam kondisi keterbatasan infrastruktur,” katanya.

Dia berharap agar pelayanan yang semakin maju dalam sisi konsep tersebut bisa direalisasikan dengan lancar untuk kepentingan masyarakat atau konsumen.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT, Richard Safkaur mengatakan peningkatan pelayanan kelistrikan sangat membutuhkan peran serta dari masyarakat. Dia mengakui, pihaknya mengalami keterbatasan sumber daya untuk menjangkau hingga ke daerah pelosok.

“Kita masih sulit menjangkau ke semua lokasi masyarakat sehingga melalui layanan “Gelis” ini diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” katanya.

Oleh karenanya, Richard mengatakan akan terus mengontorol pelaksanaan progam tersebut yang dikelolah oleh PT Telaga Ende, PT Duta Teknik Energi, PT Arindo Pratama, CV Tabga, dan CV Ndona Teknik.

“Kami akan evaluasi tiap tiga bulan. Kalau masih ada pengaduan terutama pungutan di luar prosedur maka akan diberikan sanksi tegas,” katanya.

Dia berharap, agar layanan tersebut mampu menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait kelistrikan karena pelanggan semakin dipermudah dengan akses informasi dan urusan kelistrikan lainnya.