Transformasi Digital Medis RSUD Soe: Langkah Nyata Electrifying Lifestyle di Hari Lahir Pancasila Bersama PLN.
Migrasi ke Tegangan Menengah Berkapasitas 345 kVA, Bebaskan Fasilitas Kesehatan Critical dari Keterbatasan Energi
SoE, NTTOnlinenow.com – Komitmen nyata dalam mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila di era modern berhasil ditunjukkan oleh PT PLN (Persero). Menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni mendatang, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kupang melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Soe sukses melakukan eksekusi besar berupa penyalaan (energize) penambahan daya pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe. Kapasitas daya rumah sakit milik pemerintah daerah ini melonjak tajam, dari semula 105 kVA kini resmi bermigrasi menjadi pelanggan Tegangan Menengah (TM) dengan kapasitas andal 345 kVA pada Rabu (20/05).
Langkah progresif di pertengahan tahun 2026 ini bukan sekadar urusan transaksi komersial atau angka-angka teknis di atas kertas. Melalui peningkatan daya ini, PLN turut memboyong pilar modernisasi Electrifying Lifestyle ke dalam sektor pelayanan publik. Rumah sakit kini didorong untuk mengadopsi ekosistem berbasis listrik yang serba praktis, bersih, dan bebas dari ketergantungan energi konvensional yang fluktuatif. Keberhasilan ini menjadi penegasan bahwa keadilan sosial harus mewujud nyata melalui kesetaraan fasilitas kesehatan publik yang andal dan ramah lingkungan di seluruh pelosok negeri.
Sebelum keberhasilan penyalaan perubahan daya ini terwujud, tim teknis PLN telah melakukan serangkaian pekerjaan berat dan presisi tinggi di sisi infrastruktur kelistrikan. Proses ini meliputi migrasi serta pembangunan material jaringan dari Jaringan Tegangan Rendah (TR) ke Jaringan Tegangan Menengah (TM). Selain itu, personel di lapangan juga melaksanakan pemasangan konstruksi kubikel baru secara detail guna menjamin keamanan, keandalan, dan stabilitas pasokan energi listrik yang akan dialirkan menuju pusat beban vital rumah sakit.
Manajemen RSUD Soe yang diwakili oleh Plt. Kepala Seksi Tata Usaha (KTU), Idha Yonita Th. Lioe, SST., mengakui bahwa tambahan pasokan listrik ini ibarat napas baru bagi operasional medis di wilayah tersebut. Dengan daya yang kini tiga kali lipat lebih besar, rumah sakit siap mengoptimalisasi seluruh alat medis mutakhirnya.
“Bicara pelayanan kesehatan modern itu tidak bisa lepas dari kualitas pasokan listrik yang andal dan bersih. Penambahan daya menjadi 345 kVA ini adalah jawaban atas kebutuhan kritikal kami untuk mengoperasikan sarana ruang operasi, alat pemindai (scanning), hingga ruang perawatan intensif secara bersamaan tanpa khawatir adanya penurunan tegangan (drop). Transformasi ke arah kelistrikan modern ini menjadi kado terbaik bagi masyarakat Timor Tengah Selatan menjelang Hari Lahir Pancasila. Kami sangat mengapresiasi PLN atas eksekusi lapangan yang cepat dan lancar,” ungkap Idha.
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Soe, I Made Dedik Parnanda Satriadi, menjelaskan bahwa transisi daya kelistrikan ini dikawal ketat secara nonstop oleh personel lapangan demi memastikan tidak adanya down-time yang mengganggu kenyamanan maupun keselamatan pasien.
“Bagi kami, setiap kayuhan kabel dan pengujian sistem pada tanggal 20 Mei kemarin adalah bentuk implementasi nyata dari nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengalirkan daya besar ke rumah sakit berarti sedang menyelamatkan kehidupan. Dengan infrastruktur baru, kami mendukung penuh gaya hidup serba listrik (Electrifying Lifestyle) di RSUD Soe, di mana peralatan medis mutakhir serba elektronik dapat bekerja optimal. Kami ingin memastikan, ketika dokter bekerja mengejar waktu, listrik PLN tidak boleh menjadi kendala,” tegas Dedik.
Dihubungi secara terpisah, General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, menegaskan pentingnya menyelaraskan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan momentum nasional sebagai refleksi kebangsaan.
“Menyambut Hari Lahir Pancasila, kami merefleksikan peran BUMN sebagai motor penggerak keadilan publik. Sila kelima—Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia—dalam versi PLN adalah membebaskan fasilitas kesehatan dari keterbatasan energi melalui adopsi teknologi kelistrikan yang modern dan ramah lingkungan. Suksesnya peningkatan daya RSUD Soe menjadi 345 kVA adalah bukti komitmen kami bahwa masyarakat di daerah tidak boleh dinomorduakan dalam hal kualitas layanan publik. Listrik yang andal, bersih, dan modern melalui semangat Electrifying Lifestyle adalah hak berkeadilan untuk semua,” pungkas Eko.
Kolaborasi taktis antara PLN dan RSUD Soe ini menandai babak baru layanan kesehatan yang lebih komplet, andal, dan optimal di daratan Timor. Sebuah aksi nyata pembuktian bahwa Pancasila di era modern tidak sekadar dihafal, melainkan dihidupkan melalui pilar-pilar energi yang menerangi dan menggerakkan hajat hidup orang banyak.(*)

