RRI Gelar Gebyar Cinta Tanah Air di Perbatasan Indonesia-Timor Leste
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua bekerja sama dengan Direktorat Lembaga Pengembangan Usaha (LPU) LPP RRI akan menyelenggarakan gebyar cinta tanah air.
Kegiatan gelar budaya lintas Kabupaten yang melibatkan Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU) dan Alor akan berlangsung di halaman Kantor RRI Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia-Timor Leste, Jumat (5//5/2017) besok malam pukul 19.00 Wita.
Hal itu diungkapkan Direktur LPU LPP RRI, Godlief Richard R.Poyk pada konferensi pers, Kamis (4/5/2017) di Kantor RRI Atambua didampingi Direktur Teknologi Media Baru LPP RRI, Rahadian Ginging, Kepala RRI Atambua Mohammad Fauzan dan Korlap LPP RRI NTT, Sulaiman.
Menurut Richard, kegiatan LPP RRI atau kegiatan gelar budaya ini dilaksanakan punya maksud dan tujuan. Pertama melihat keberadaan RRI Atambua di perbatasan dengan Negara Timor Leste, konsep memberikan informasi yang terpercaya bagi masyarakat.
“RRI Atambua itu sebagai sabuk pengaman informasi. Tapi juga sebagai media propaganda kepada negara luar dan sebagai garis depan dan pelindung informasi negara kita,” ujar dia.
Tujuan kegiatan jelas Richard, sebenarnya memberikan pemahaman kepada generasi muda bangsa Indonesia di daerah perbatasan, bahwa akar budaya itu menjadi pijakan yang utama. Bahwa kita cinta NKRI dan kita tidak boleh terserabut dari akar budaya.
“Ketika akar budaya terserabut dia menjadi negara yang terbuka dan tidak punya tujuan. Kegiatan ini pertama kali kita lakukan dan jadi program kerja untuk kita lakukan di Kabupaten lain yang berbatasan dengan negara tetangga,” sebut dia.
Baca : Kelompok e-Warong Siap Ikut Bimtek
Diinginkan, melalui gebyar cinta tanah air kita menumbuhkan rasa nasionalisme cinta NKRI di perbatasan Belu dan Timor Leste. Gelar budaya lintas Kabupaten dapat membangun satu kecintaan kepada budaya tradisional. RRI memberikan ruang bagi seluruh elemen dan stakehoulder dan memberikan motivasi.
“Kalau ingin jadikan Atambua sebagai kota festival Pemerintah daerah dan OPD harus punya fokus. Saya ingin teman-teman media di daerah Belu mengekspos ini kegiatan. Kegiatan ini punya makna yang mendalam,” tutur Richard.
RRI lanjut dia, tidak saja menyiarkan siaran lagu daerah atau berita, tapi harus dilihat ini implementasi berita yang dijadikan panggung hiburan bagi masyarakat. RRI ingin menjadi contoh melakukan kegiatan gebyar cinta tanah air, gelar budaya lintas Kabupaten pertama kali. Hal kedua, RRI juga ingin mempunyai pendengar yang loyal, setia bahkan fanatik atau fans dengan RRI.
“RRI inginkan pendengar loyal dan fanatik. Sebagai sabuk pengaman perbatasan, RRI harus memberikan informasi yang membangun daerah. Membangun negara ini kewajban seluruh anak bangsa. Karena itu rekan-rekan media di Belu mari kita bekerja sama dukung pembangunan daerah melalui pemberitaan dan media harus lawan berita hoax,” pinta Richard.

