Pemerintah dan WVI Telah Mendorong Akses Air dan Sanitasi yang Inklusif dan Berkelanjutan di Enam Kabupaten di Dua Provinsi
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Wahana Visi Indonesia (WVI) secara resmi menutup program _Financing WASH for Universal Coverage_ atau disebut FinWASH4UC. Program yang telah berjalan sejak Maret 2022 di enam kabupaten di dua provinsi di Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola dan sistem pembiayaan sektor air minum dan sanitasi (WASH), untuk mendukung pencapaian akses universal yang berkelanjutan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 6.
FinWASH4UC fokus pada penguatan kelembagaan daerah, pelibatan masyarakat, hingga pengembangan model pembiayaan inklusif kolaborasi lintas sektor dan aktor. Program ini telah berhasil memberi manfaat kepada 373.632 orang. Di 399 desa dampingannya, sebanyak 367 perangkat desa pengguna SISKEUDES dan 211 pengguna SIPD-RI telah dilatih untuk memperkuat kapasitas dalam perencanaan dan penganggaran layanan air minum dan sanitasi.
Angelina Theodora, Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia menjelaskan, “Salah satu capaian utama FinWASH4UC adalah pengembangan Peta Jalan Model Pembiayaan AMS (Air Minum dan Sanitasi). Dokumen ini dipakai untuk mengidentifikasi kesenjangan pendanaan dan mendukung upaya peningkatan cakupan layanan. Dokumen ini sudah diintegrasikan ke proses perencanaan teknokratis di masing-masing kabupaten, memberikan arah kebijakan dan alokasi anggaran yang strategis, serta berkelanjutan.”
Angel berharap semua inovasi yang dicapai dalam program FinWASH4UC dapat terus dilanjutkan dan diperluas, sebab akses atas air minum dan sanitasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal martabat, kesehatan, dan masa depan yang lebih setara bagi semua orang.
Laras Primasari, Perencana Ahli Muda – Direktorat Perumahan dan Permukiman, Bappenas, menyampaikan, “Semangat Melangkah Bersama Menuju 2030 bukan sekadar slogan. Ini adalah langkah awal menuju Indonesia Emas 2045. Kita tidak hanya bicara dokumen perencanaan seperti RPJPN, RPJMN, atau SDGs, tapi juga soal komitmen bersama untuk memastikan layanan dasar air dan sanitasi sebagai hak asasi manusia, dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.”
Laras juga menyoroti hasil evaluasi yang menunjukkan dampak signifikan dengan jangkauan lebih dari 370 ribu orang, seraya menekankan pentingnya menindaklanjuti dua rekomendasi utama, yaitu penguatan kelembagaan dan koordinasi. Ia menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang solid dari seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah dan Wahana Visi Indonesia.
Dengan dukungan dari World Vision US, program ini dijalankan di Ngada, Ende, dan Nagekeo di provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Sintang, Melawi, dan Sekadau di provinsi Kalimantan Barat. program FinWASH4UC juga memfasilitasi harmonisasi perencanaan lintas sektor dan penyediaan data spasial akurat untuk pengambilan keputusan. Seluruh hasil dan pembelajaran ini dikonsolidasikan dalam laporan evaluasi akhir program yang disusun oleh konsultan independen.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sistem dan pembiayaan inklusif yang diterapkan program FinWASH4UC mampu mendorong peningkatan akses dan keberlanjutan layanan WASH, sekaligus memperkuat kapasitas pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sumber daya secara mandiri. Hasil evaluasi ini dapat diakses publik melalui situs wahanavisi.org.***

