WPA dan KDS Rumuskan Rencana Anggaran Untuk Kegiatan HIV-AIDS di Setiap Desa
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – CD Bethesda Yakkum Yogyakarta area Belu gelar kegiatan advokasi pengendalian HIV dan AIDS bagi Warga Peduli Aids (WPA) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Moris Foun Belu berpartisipasi dalam perencanaan dan penganggaran.
Kegiatan advokasi penguatan kapasitas WPA dan KDS dilaksanakan selama dua hari, Jumat tanggal 23 sampai dengan Sabtu 24 Juni 2023 bertempat di Aula Hotel Nusantara 2 Atambua, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.
Dalam kegiatan hari pertama peserta WPA dan KDS mendapat materi dari Plt. Kadis PMD Belu (strategi dan kebijakan penganggaran HIV dan AIDS melalui Dana Desa), Ketua DPRD Belu (penyampaian pokok pikiran dan Ketua mendengar aspirasi WPA dan KDS tentang Pengendalian HIV dan AIDS).
Kepala BP4D Belu (proses perencanaan dan penganggaran yang mengintegrasikan isu HIV dan AIDS), Koordinator P3MD Belu (strategi mengintegrasikan isu HIV dan AIDS dalam perencanaan dan penganggaran Dana Desa dan AM CD Bethesda Yakkum Advokasi (konsep, sasaran dan strategi).
Koordinator CD Bethesda Yakkum area Belu, Yosafat Ician mengatakan hari kedua kegiatan para peserta empat kelompok melakukan advokasi ke beberapa lokasi yakni, Puskesmas Atambua Selatan, Kakuluk Mesak, Desa Silawan dan Manleten wilayah Tastim.
Jelas dia, hasil kegiatan tersebut disepakati untuk dirumuskan oleh perkumpulan WPA dan KDS, kemudian diserahkan ke Bupati Belu sebagai input agar Dinas teknis memperhatikan dan mengawal isu HIV dan AIDS dalam perencanaan dan penganggaran baik pada perubahan anggaran 2023 maupun tahun anggaran 2024.
“Selain mendukung hasil rumusan kegiatan itu, dari CD Bethesda Yakkum berharap agar pemerintah melalui DPMD menginstruksikan ke semua desa untuk mengalokasikan anggaran untuk isu HIV AIDS yang bersumber dari Dana Desa,” pinta Ician, Sabtu (24/6).
Lanjut dia, sampai dengan saat ini sudah terdapat 7 Desa di wilayah Kabupaten Belu yang mengalokasikan Dana Desa untuk kegiatan HIV dan AIDS.
“Kami berharap ke depan, tahun 2024 ketujuh desa itu tetap menganggarkan untuk kegiatan HIV dan AIDS serta semua desa terutama desa-desa di perbatasan RI dengan Timor Leste,” pungkas dia.
Terpisah Plt. Kadis PMD Belu ,Yeani Lalo dihubungi media menyampaikan akan melihat datanya setelah itu baru memberikan informasi terkait rumusan tersebut.

