Di Atambua Minyak Tanah Kembali Langka, Harga Perliter di Eceran Capai Rp 6.000

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Selesai lebaran, kelangkaan Bahan Bakar jenis minyak tanah kembali terjadi di Kota Atambua, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat perbatasan RI-RDTL.

Pantauan media, Selasa pagi (21/6/2022) pukul 09.00 Wita puluhan warga mengantre di dua pangkalan berlokasi di persimpangan empat samara bangunan pasar baru.

Selain itu juga, nampak antrean jerigen kosong pun mengular di sepanjang halaman pangkalan minyak tanah.

Kepada media, beberapa warga mengaku sudah hampir dua pekan ini kesulitan mendapatkan minyak tanah baik di pangkalan maupun kios-kios yang menjual secara eceran.

Untuk mendapatkan minyak tanah warga rela berantrean sejak pagi untuk mendapatkan lima liter minyak tanah guna kebutuhan rumah tangga.

Tidak saja itu, seorang warga mengaku kelangkaaan minyak tanah berdampak pada melonjaknya harga minyak tanah di eceran yang mencapai harga perliternya Rp 6.000 rupiah.

Salah satu pemilik pangkalan minyak tanah mengaku, saat ini pihaknya hanya mendapat pasokan atau kuota sebatas dua drum saja. Ketimbang, sebelumnya pihaknya mendapat lebih dari lima drum.

Sementara itu dalam pemberitaan sebelumnya, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Belu berhasil menangkap satu unit perahu bermuatan sejumlah Bahan Bakar Minyak dan satu penumpang di perairan Atapupu, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Informasi yang berhasil dihimpun media menyebutkan, diketahui perahu mengangkut BBM jenis Minyak Tanah sebanyak 55 jerigen tanpa dokumen dan satu WNA asal Timor Leste hendak diselundupkan ke negara tetangga digagalkan pada Jumat (17/6/2022) dini hari pukul 01.00 Wita.