Pembangkit Listrik Motaain Mulai Dioperasikan

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Timur mulai mengoperasikan gardu pembangkit untuk pasokan listrik di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Motaain Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Manager PT PLN (Persero) Area Kupang, Maria Gunawan mengatakan, kapasitas gardu listrik yang disiapkan untuk mengoperasikan listrik di PLBN Motaain sebesar 555 kVA (kilo volt ampere) dari penyulang Atapupu hingga Rayon Atambua.

“Untuk kebutuhan listrik di PLBN Motaain yang merupakan salah satu pintu perbatasan negara dengan Timor Leste sudah kita operasikan pada Jumat (14/10) sebelumnya,” kata Maria yang juga menangani PLN di Pulau Timor, Rote, dan Alor itu, di Kupang, Jumat (21/10).

Maria mengungkapkan, progres perluasan jaringan secara pembangunan fisik di Motaain sudah 100 persen yang terdiri atas perluasan saluran udara tegangan menengah (SUTM) 0,39 kms, saluran kabel tegangan menengah (SKTM) 0,05 kms, pemasangan kubikel, dan persiapan penyambungan listrik ke pos lintas batas.

Untuk pembangunan listrik di PLBN Motamasin, pintu perbatasan lain di Kabupaten Belu dan Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara, masih menunggu kesiapan infrastrukturnya.

Dia menjelaskan, progres pembangunan listrik di pos perbatasan Wini sudah mencapai perluasan jaringan SUTM 0,65 kms (kilo meter sirkuit), SKTM 0,2 kms dan pemasangan kubikel yang masih menunggu penyelesaian gardu bangunan.

Baca: PLN Dukung Penyediaan Listrik di Perbatasan Timor Leste

Untuk pos lintas batas di Motamasin, kata dia, progres pekerjaan pembangunan jaringan listrik telah mencapai penyaluran material ke lokasi dan diperkirakan selesai pada minggu kedua November 2016.

“Untuk kapasitas di PLBN Wini sebesar 240 kVA dan di Motamasin 555 kVA yang disiapkan seseuai dengan permintaan,” katanya.

Dia berharap, pengeoperasian listrik di Motaain bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah setempat dalam menunjang pertumbuhan ekonomi.

General Manager PT PLN (Persero) Wilayah NTT, Richard Safkaur mengatakan, semua progres pengerjaan listrik di PLBN tersebut masih sesuai dengan jadwal.

Menurut Richard, ketiga lokasi tersebut merupakan beranda terdepan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Timor Leste dari tujuh lokasi kawasan perbatasan lain di Indonesia, termasuk di Papua dan Kalimantan.

“Pembangunan listrik PLBN termasuk di perbatasan NTT-Timor Leste ditargetkan akan selesai pada tahun 2016 ini,” katanya.

Karena itu, pihaknya terus berupaya mendorong pembangunan listrik di perbatasan sehingga bisa membantu perbaikan perekonomian masyarakat hingga pelosok.

“Kita terus mendorong pembangunan listrik sesuai semangat yang tertuang dalam amanat Instruksi Presiden No.6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Tujuh PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana di Kawasan Perbatasan,” tandas Richard.