Kapolres Sebut Tak Ada Kelangkaan Minyak Tanah di Wilayah Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kapolres Belu AKBP Yosep Krisbiyanto memastikan tidak ada kelangkaan minyak tanah di wilayah Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

“Disini itu tidak ada namanya langka itu, kalau langka itu di seluruh Indonesia,” ujar dia kepada awak media di sela-sela aksi damai di Gedung DPRD Belu, Senin (11/4/2022).

Menurut dia, kalau disini itu tidak ada langka. Kalau dibatasi iya, karena itu untuk ketahanan kita. Itu adalah cara Pemerintah untuk mempertahankan, supaya semua itu bisa dapat sampai di nanti selesai idul fitri.

“Kalau langka tidak ada disini. Siapa bilang langka, semua itu dibatasi supaya orang-orang yang mencari untung sendiri itu mereka tidak terjadi,” terang Yosep.

Makanya, jelas dia pihaknya ada Satgas Pangan di Belu. Meskipun teman-teman tidak mengetahui, mereka tetap bergerak di lapangan.
“Jadi tidak ada langka disini,” ungkap Kapolres Belu ketika dikonfirmasi awak media terkait kelangkaan minyak tanah di Belu.

Diberikan sebelumnya, pantauan media sejak dua hari terakhir hingga Kamis 10 Maret 2022 pagi, tidak ada aktifitas jual beli di sebagian pangkalan maupun agen minyak tanah dalam wilayah pasar baru.

Salah satu agen minyak tanah yang ditemui media di kawasan pasar baru mengaku, sejak Rabu abu pekan lalu tidak ada pasokan atau suplai minyak tanah seperti hari-hari sebelumnya. “Sejak hari Rabu abu itu libur, kemudian minggu libur sampai sekarang minyak belum masuk,” ujar dia.

Senada diakui beberapa pangkalan lainnya dalam wilayah Kota Atambua bahwa, sudah sepekan lebih ini suplai minyak tanah ke agen tidak normal, sehingga akibatkan kelangkaan minyak.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Belu Elvis Pedroso, ketika dikonfirmasi media, Rabu (6/4) terkait kelangkaan minyak tanah meminta Pemda melalui bidang Ekonomi segera mengambil sikap melakukan operasi pasar guna atasi kelangkaan tersebut.

“Segera koordinasi dengan pihak Depot Pertamina Atapupu terkait kuota normal minyak tanah untuk masyarakat Belu yang selama ini ada,” ungkap Pedroso.

Masih menurut dia, kelangkaan minyak tanah ini persoalan yang ckup menjadi perhatian kita semua karena dengan langkanya minyak akan mempengaruhi perekonam rakyat di daerah Belu.