Tak Pandang Bulu, Polisi Periksa Wakil Bupati TTS Penganiaya Sopir Ambulans
Laporan Adi Rianghepat
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resort Timor Tengah Selatan (TTS) menjadwalkan pemeriksaan Wakil Bupati setempat, Johny Army Konay selaku terlapor dugaan tindak pidana penganiaya yang dilakukan kepada seorang sopir Ambulans Puskesmas Kualin daerah itu.
Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) TTS AKBP I Gusti Putu Suka Arsa kepada media ini menyampaikan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati TTS dilakukan pada Senin (14/3) nanti. Hal itu dilakukan seiring pelaksanaan rangkaian pemeriksaan yang dilakukan penyidik kepada sejumlah saksi terkait tindak pidana penganiayaan itu.
“Kami baru saja memeriksa sejumlah saksi antara lain personel Satuan Polisi Pamong Praja dan sejumlah saksi lainnya. Sehingga pemeriksaan terlapor baru akan dilakukan Senin pekan depan,” kata Kapolres melalui sambungan telepon, Rabu (9/3).
Dia mengatakan, sebagai lembaga penegak hukum, pihaknya akan terus melakukan rangkaian dan proses penyelidikan dan penyidikan terkait persoalan tersebut. “Termasuk memanggil dan memeriksa terlapor yaitu wakil bupati,” katanya.
Ditegaskannya, akan menegakkan aturan hukum yang berlaku demi pencapaian kepastian dan keadilan hukum. “Saya tegaskan saya tidak akan pandang bulu dan tebang pilih untuk menegakkan hukum. Karena bagi saya, keadilan dan kepastian hukum adalah hak semua warga, termasuk seluruh masyarakat di daerah ini,” katanya.
Mantan Kapolres Flores Timur itu bahkan mengatakan akan tetap berada dalam pijakan asas dan prinsip negara hukum yaitu asas persamaan di hadapan hukum atau equality before the law. “Asas yang menegaskan bahwa setiap warga negara bersamaan kedudukannya di hadapan hukum dengan tidak ada pengecualian,” katanya menjelaskan.
Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) Johny Army Konay dilapor ke Polres setempat atas dugaan penganiayaan. Laporan Polisi bernomor LP/B/62/III/2022/SPKT/RES TTS/POLDA NTT, dilakukan seorang sopir Ambulans Puskesmas bernama Yanner Aprayner Sefaot pada Kamis (3/3). Army Konay diduga telah menganiaya sopir ambulans tersebut meskipun sang sopir sudah memohon maaf atas insiden yang terjadi.***

