WVI Salurkan Bantuan Korban Bencana Seroja untuk 16.249 Anak NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Adi Rianghepat
Kupang, NTTOnlinenow.com – Wahan Visi Indonesia (WVI) tuntaskan penyaluran bantuan kepada korban bencana bagi 16.249 anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang dilakukan selama enam bulan dan dimulai 4 April 2021 pasca provinsi berbasis kepualaun itu dilanda Badai Siklon Tropis Seroja, menyasar 33 desa di tujuh kabupaten. Jumlah anak penerima bantuan itu, adalah bagian dari 44.103 orang korban penerima bantuan. Catatan WVI, tujuh kabupaten yang menjadi sasaran dan target bantuan, masing-masing, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Alor, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur dan Kabupaten Flores Timur.

WVI mengawali bantuan dengan penyaluran air bersih, paket kebersihan, paket perlengkapan anak, masker medis, perlengkapan tenda dan lampu darurat tenaga surya untuk warga. Semua ini dilakukan terutama kepada warga terdampak yang harus mengungsi karena rumah yang rusak dan mengalami kesulitan mendapat air bersih. Selain itu, WVI juga melatih para guru dan relawan untuk dapat mengajar dan mendampingi anak-anak di ruang sahabat anak (RSA).

“Saya dengan teman-teman ikut RSA di gereja, bermain dan terawa bersama-sama, pokoknya kita senang-senang. Terimakasih WVI dan bapak ibu yang mengajari kami di RSA,” kata Aprilia (12), salah seorang anak korban bencana di Kabupaten Alor, seperti yang ditulis melalui rilis dan diterima media ini Kamis (16/9).

Tak hanya itu, ungkapan terima kasih juga disampaikan sejumlah warga korban bencana dari berbagai daerah terdampak.

“Kami sangat bersyukur mendapat bantuan air bersih dari WVI. Sebagai ibu rumah tangga kami telah menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, memasak, mandi, mencuci. Kami terus mendukung WVI dalam setiap program yang direncanakan dan dalam setiap doa kami,” kata ibu Marlin Here di Sumba Timur.

WVI juga memberikan bantuan nontunai/bantuan multiguna kepada warga yang terdampak. Warga dapat menggunakan bantuan ekonomi tersebut untuk memperbaiki rumah dan juga membeli perlengkapan pertanian untuk kembali produktif. Melalui kerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia, WVI membangun rumah tahan badai siklon tropis untuk 100 rumah yang hancur total di Kabupaten Kupang.

Direktur Nasional & CEO Wahana Visi Indonesia Angelina Theodora, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para sponsor, donor, pemerintah daerah dan para mitra yang selama ini telah berkolaborasi bersaa WVI membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak badai Siklon Tropis Seroja.

“Kolaborasi ini telah membawa dampak positif bagi warga yang kehidupannya terdampak bencana. Meksipun belum sepenuhnya pulih seperti semula, kami berharap warga bersama pemerintah daerah dapat terus bersemangat untuk tetap membangun harapan. Kami percaya, warga akan semakin tangguh dan anak-anak kembali ceria menatap hari-hari ke depan,” kata Angelina.

Sementara itu, Hope Ambassador WVI, Becky Tumewu yang melakukan penggalangan dana saat terjadi bencana badai Siklon Tropis Seroja, mengaku sangat terpukul dan sedih melihat kejadian alam tersebut. Hatinya pun tergerak membantu dan mulailah mencari donatur.

“Pada waktu itu saya merasa sangat prihatin, sangat sedih melihat kondisi saudara-saudara kita di sana. Saya ingin membantu, sehingga waktu itu saya berpikir bagaimana caranya. Tapi saya juga sadar bahwa kondisi saya sangat terbatas, sehingga akhirnya saya punya ide untuk mengumpulkan dana yang kemudian disalurkan melalui WVI kepada para korban dan penyintas banjir bandang dan Siklon Tropis Seroja di NTT,” katanya.

Dan berkat bantuan sejumlah donatur, aksi bantuan nyata melalui WVI bisa tersalurkan. “Saya ingin ucapkan terimakasih kepada para donor, sponsor, supporter, kemudian saya ingin mengapresiasi para staf WVI, pemerintah lokal dan semua mitra yang bekerja keras, bekerja sama, saling membantu bahu membantu saudara kita yang membutuhkan,” ungkapnya.
Dia sangat memberi apresiasi tinggi, meskipun di tengah kondisi sulit, bantuan tetap mengalir dari para sponsor dan donatur untuk para korban bencana.

Kepala BPBD NTT, Ambrosius Kodo menyampaikan, daerah ini memiliki potensi pariwisata juga bencana yang besar karena berada di jalur cincin api (ring of fire). Daerah ini sangat berpotensi terjadi rawan kekeringan dan kini juga harus menghadapi dampak dari perubahan iklim. Oleh karena itu, kesiapsiagaan terhadap bencana sangat penting untuk dibangun. Dia mengatakan, penanggulangan bencana adalah kerja bersama, dan karena itu kolaborasi merupakan sesuatu yang niscaya. Tujuan utama penanggulangan bencana adalah penyelamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar, dan inilah yang dilakukan WVI. “Terima kasih atas kerja bersama ini dan semoga kerja sama ini bisa terus kita tingkatkan,” kata Ambrosius.

Hal sama disampaikan Bupati Sumba Timur Kristofel Praing. “Kami merasa sangat terbantu karena kehadiran WVI. Ini adalah bentuk panggilan kemanusiaan dan wujut relasi sosial yang terbentuk selama ini,” katanya. Sejumlah pihak juga menyampaikan terima kasih kepada WVI atas aksi nyatanya kepada korban bencana Seroja. Para pihak itu masing-masing, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kupang Paulinus Ati, Kalak BPBD Kabupaten Alor Marthen G Moubeka serta Pelaksana Tugas Kalak BPBD Timor Tengah Selatan (TTS) Yeri Otanu.

Wahana Visi Indonesia adalah organisasi kemanusiaan Kristen yang hadir melayani dan berkolaborasi dalam pemberdayaan anak, keluarga dan masyarakat yang paling rentan melalui pendekatan pengembangan masyarakat, advokasi dan tanggap bencana untuk membawa perubahan yang berkesinambungan tanpa membedakan agama, ras, suku, dan gender. Sejak tahun 1998, Yayasan Wahana Visi Indonesia telah menjalankan program pengembangan masyarakat yang berfokus pada anak. Ratusan ribu anak di Indonesia telah merasakan manfaat program pendampingan WVI.***