Kembangkan Minat dan Bakat, Viu Shorts Angkat Film Pendek Lokal Daerah Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Viu Shorts fokus pada pengembangan minat dan bakat dari talenta muda usia SMA dalam membuat karya film pendek berdasarkan atas kecintaan mereka pada mitos lokal. Viu Shorts akan digelar di 20 kota baru di seluruh Indonesia selama periode 7 bulan, dimulai Agustus 2019 terus berlanjut hingga Maret 2020.

Senior Vice President Marketing Viu Indonesia, Myra Suraryo melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (27/10/2019) menuturkan, sejak 2018 lalu dimulai Viu Shorts! musim pertama merupakan inisiatif sukses yang menghasilkan pembuatan 17 film pendek lokal yang didistribusikan secara global melalui platform Viu, dan menjadi viral di media sosial.

Jelas dia, film pendek hasil dari Viu Shorts musim pertama ini juga ditayangkan secara internasional di ajang Marché du Film, Cannes Film Festival 2019. Pada penghujung rangkaian inisiatif Viu Shorts! Musim Pertama, Viu memberikan beasiswa kepada peserta berbakat dari Cilegon, Banten untuk melanjutkan pendidikan Sinematografi selama 4 tahun di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan berkesempatan untuk bekerja paruh waktu bersama tim Viu Original.

“Kami senang dengan hasil dari program Viu Shorts musim pertama yang mengarah pada penemuan 17 sutradara muda berbakat, lebih dari 500 talenta muda kreatif bidang film dan satu sarjana film dari 17 kota di seluruh Indonesia. Inisiatif Viu Shorts di Indonesia sangat penting bagi kami dan merupakan komitmen kami untuk membangun ekosistem talenta kreatif Indonesia,” ujar dia.

Lanjut Myra Surary, pada Viu Shorts musim kedua pihaknya meningkatkan tingkat partisipasi, baik dalam hal jumlah kota dan peluang yang diberikan. Kami sangat senang dan berharap dapat menyebarkan lebih banyak lagi kisah lokal Indonesia ke pemirsa global melalui Viu Shorts musim kedua.

Menurut dia, di bawah kerjasama Viu dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dalam mendukung Program Pengembangan Film Indonesia, Viu Shorts musim kedua juga didukung oleh Pemerintah Daerah dan Kota di 20 kota, Yayasan Tumbuh Sinema Rakyat, MAV Production, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Badan Perfilman Indonesia (BPI), Komisi Film Daerah, komunitas
film lokal, Yayasan BPK Penabur dan Yayasan Tarakanita.

Myra Suraryo tambahkan, sejak tahun 2018 selalu VIU ikut mengajari sekolah terutama para pelajar dalam mengembangkan kreatifitas dan bakat dalam pembuatan film pendek lokal.

“Harapan kami di Atambua salah satunya bisa berhasil mendapat beasiswa dan akan umumkan di Bulan Juni 2020 karena semua film akan ditahan akhir Mei 2020 diseluruh dunia,” kata dia kepada awak media dilokasi pengambilan film pendek di wilayah Kota Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL.

Diungkapkan, tema yang diangkat dalam pembuatan film pendek lokal karena dua bulan lalu datang ke Belu dan berbicara dengan Pemerintah kami selaraskan visi kami dengan visi Pemerintah ujung tombak pariwisata daerah Belu.

“Dimana akan tumbuhhkan ekonomi masyarakat desa dan pariwisata. Warga lokal harus memenuhi kebutuhan para pengunjung di sektor pariwisata dalam meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat lokal,” ungkap dia.

Lanjut Myra Suraryo, selain itu visi meningkatkan promosi festival Fulan Fehan sehingga tema yang diangkat mengenai mitos dari Fulan Fehan itu. Sehingga waktu suting sesuaikan dengan Festival Fulan Fehan dengan hasil karya anak-anak Belu dan lokasinya ada dua tempat, dan di lokasi festival di Fulan Fehan.