Prajurit Satgas Yonif Raider 142 Ajari Anak-Anak di Perbatasan Belu-RDTL Manfaatkan Barang Limbah
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Personel Pos Dafala Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 142/KJ mengajarkan anak-anak perbatasan sebagai generasi penerus Bangsa Indonesia di Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu wilayah Timor Barat untuk memanfaatkan barang limbah.
Pengajaran barang limbah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai bisa dijual di Desa setempat juga bisa ke desa lainnya. Pengajaran memanfaatkan barang limbah jadi barang bernilai dilakukan prajurit di sela-sela kegiatan memberikan bantuan baju layak pakai dan buku untuk belajar.
Hal ini di sampaikan oleh Dansatgas Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf Ikhsanudin dalam press release yang diterima media, Sabtu (27/10/2019).
Menurut Dansatgas, pelaksanaan kegiatan itu merupakan tugas Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ dibidang Binter Satnonkowil untuk membantu mengatasi permasalahan yang timbul dimasyarakat disamping melaksanakan tupoksi menjaga keutuhan NKRI di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.
“Salah satunya melalui pemberian bantuan baju layak pakai dan buku-buku pelajaran kepada warga masyarakat, serta memberikan ilmu pengetahuan tentang ide-ide kreatif dalam memanfaatkan barang limbah sehingga bermanfaat,” urai dia.
Kegiatan itu jelas Ikshanudin dipimpin oleh Serda Surbakti bersama 4 orang personel lainnya, sesuai dengan SOP dalam melaksanakan suatu kegiatan di daerah penugasan, 2 orang personel kesehatan disiagakan dalam rangka menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan.
“Sebagaimana kita ketahui, pada saat musim kemarau air sangat sulit untuk didapatkan, banyak masyarakat yang menggunakan air kemasan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, faktor lain masyarakat mengkonsumsi air kemasan karena kondisi air di Kabupaten Belu mengandung zat kapur yang tinggi, sehingga terdapat banyak botol bekas air mineral yang tidak sulit untuk ditemukan,” ungkap dia.
Tidak hanya itu, lanjut Ikshanudin di Kabupaten Belu banyak terdapat pengrajin kayu olahan pohon jati yang menghasilkan limbah dari pembuatan berbagai jenis barang seperti daun pintu, jendela, kursi, lemari dan tempat tidur.
Seperti yang dilakukan personel Pos Dafala, disamping membagikan baju dan buku, mereka juga memberikan ilmu kepada anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa untuk memanfaatkan botol bekas air mineral menjadi pot gantung dalam pembuatan taman dan memanfaatkan limbah hasil olahan kayu menjadi lukisan-lukisan yang memiliki nilai jual.
“Diharapkan dengan kegiatan ini generasi Bangsa dapat membuat kreatifitas menggunakan bahan baku yang banyak terdapat di daerah mereka,” ucap dia.
Titus salah satu peserta kegiatan menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan baju, buku dan ilmu untuk membuat kerajinan tangan dari personel Satgas Yonif Raider 142/KJ. “Kami juga akan mulai mengumpulkan botol bekas untuk membuat taman di rumah dan mencari kotoran kayu untuk membuat lukisan,” kata dia.
Sementara itu, Serda Komang selaku personel Pos Dafala menyampaikan bahwa ilmu selayaknya diberikan pada anak usia dini, karena daya ingat mereka masih kuat untuk belajar.
“ini merupakan salah satu upaya kami kepada anak-anak selaku generasi penerus Bangsa, untuk memacu kreatifitas mereka dalam berkarya mengisi kemerdekaan, semoga kedepannya karya-karya mereka memiliki nilai jual yang tinggi,” harap Komang.

