UPTD Puskesmas Kota Atambua Gencar Inovasi Cekatan
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPDT) Puskesmas Kota (Puskot) Atambua, Kabupaten Belu kembali terbitkan inovasi Cekatan (ceria kembali terkontrol aktifitas normal).
Kepala Puskot Atambua dr. Vincentius A. Leo membenarkan, terobosan inovasi Cekatan merupakan program kesehatan jiwa (keswa) orang dengan gangguan jiwa.
“Inovasi Cekatan diterbitkan tiga bulan lalu dan langsung berjalan dengan didukung Pemerintahan Kecamatan Kota dalam hal ini Pak Camat,” ujar dia, Selasa (20/8/2019).
Jelas dr. Vincentius, sasaran inovasi Cekatan yakni orang atau warga yang mengalami gangguan jiwa di Tenu, Kota dan Fatubenao wilayah Puskot Atambua.
“Kami kerjasama dengan Kecamatan, dor to dor antar rumah setiap bulan antar obat ke warga pasien gangguan jiwa,” urai dia.
Dikatakan, sejak tiga bulan lalu bergerak hingga hari ini telah ada perubahan. Dimana salah seorang warga yang selalu didatangi petugas secara bertahap memberikan obat menunjukan perubahan, dan sudah bisa membantu orang tua menjaga kios.
“Sebelum bergerak kita dapat pembekalan Dari Dinas kesehatan, itu ada pelatihan dari Dinas datangkan dokter. Kemudian lanjut ke Kupang setelah itu kembalikan kita langsung bergerak sasaran dor to dor ke warga yang alami gangguan jiwa,” terang dr. Vincentius.
Dikatakan, sesuai data Puskot hingga saat ini di wilayah kerja ada 20 warga mengalami gangguan jiwa terbagi di Kota, Fatubenao dan Tenu, dan tidak menutup kemungkinan bertambah.
“Memang tidak mudah saat berkomunikasi dengan mereka yang gangguan jiwa. Tapi kita fokus dan bertahap mendekati, memberikan obatnya. Kalau minum obatnya rutin maka ada perubahan,” ujar dia.
Meski demikian, lanjut Kapus Kota itu tidak menutup kemungkinan akan bertambah namun demikian pihaknya tetap gencar jalankan inovasi cekatan peduli dengan warga gangguan jiwa.
Tambah dr. Vincentius, Puskot Atambua mewakili Kabupaten Belu mendapat penghargaan Tenaga Kesehatan teladan tingkat Provinsi di tanggal 17 Agustus lalu atas terobosan inovasi membagi bubur kuning (melacak balita gizi buruk kurang dan stanting) di bidang pelayanan kesehatan bagi warga Kecamatan Kota perbatasan Belu dan Timor Leste.

