Tingkat Kesejahteraan Petani NTT Meningkat 0,87 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kesejahteraan petani Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat seiring menguatnya indeks Nilai Tukar Petani (NTP). NTP menghitung rasio antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia menyebutkan, NTP NTT pada bulan Juni 2019 sebesar 105,92. NTP bulan Juni 2019 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100).

“NTP Juni 2019 sebesar 105,92, artinya bahwa daya beli/ daya tukar petani lebih baik dibandingkan dengan pengeluarannya,” ungkap Maritje kepada wartawan di Kupang, Senin (1/7/2019).

Menurut Maritje, perhitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

“Masing-masing subsektor tercatat sebesar 105,43 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 102,77 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H); 105,35 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 109,19 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 108,62 untuk subsektor perikanan (NTP- Pi),” jelasnya.

Maritje menjelaskan, terjadi peningkatan sebesar 0,87 persen pada NTP Juni 2019 jika dibandingkan dengan NTP Mei 2019. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan/ daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan meningkat dibanding bulan sebelumnya.

“Hal ini disebabkan adanya peningkatan harga jual hasil pertanian dan penurunan harga konsumsi rumah tangga seperti bahan makanan,” terangnya.