Prajurit Yonif Raider 641 Diminta Laksanakan Tugas Dengan Maksimal, Jangan Buat Pelanggaran

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Prajurit Batalyon Infanteri Raider 641/Beruang yang bertugas menjaga pengamanan wilayah kedaulatan di perbatasan Negara Indonesia dengan Timor Leste tetap melaksanakan tugas dengan maksimal tanpa menguragi fungsi dan peran yang diemban.

Hal itu ditegaskan Asops Kasdam XII/Tanjung Pura, Kalimatan Barat, Kolonel Inf.Muhamad Muchidin kepada media di Mako Satgas RI-RDTL, Umanen, Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Selasa (2/11/2016).

Menurut Muchidin, kunjungan rombongan staf operasi Kodam XII/Tanjung Pura ke wilayah perbatasan Belu dalam rangka melaksanakan kegiatan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Satgas Pamtas Yonif Raider 641/Bru karena ini menjadi tangunjawab Angkatan Darat dalam hal ini tugas Kodam.

“Kita juga melihat bagaimana melaksanakan tugas dengan tantangan yang ada dilapangan supaya tugas tetap bisa dilaksanakan tanpa mengurangi tupoksi karena keterbatasan yang ada dimasing-masing pos. Kekurangan yang ada di pos bukan jadi hambatan tapi menjadi tantangan bagi kita untuk melakukan tugas secara masksimal,” ujar dia.

Jelas Muchidin, kita juga melihat pelaksanaan tugas Yonif Raider 641 sejauh ini berjalan aman, lancar. Kita bersuykur selama ini Satgas bisa melaksanakan tugas dengan baik dalam hal pengamanan, baik penggagalan penyulundupan barang illegal dan juga bisa membina masyarakat dimana ada beberapa senpi yang diserahkan.

Baca: Satgas Yonif 641/BRU Gagalkan Penyelundupan Sepeda Motor ke Timor Leste

“Kita harapkan agar ini tetap dipertahankan dan menghimbau supaya masyarakat menyerahkan senjata api, yang tentunya tidak boleh dimiliki secara  perorangan dan itu menjadi illegal karena tidak sesuai ketentuan hukum,” ujar dia.

Dikatakan, prajurit TNI tidak akan mengeluh dengan kondisi yang ada. TNI akan akan bersam-sama dengan Pemerintah juga masyrakat membangun wilayah perbatasan Belu menjadi serambi terdepan untuk  menunjukan bahwa Indonesia melaksanakan pembangunan tidak hanya di Kota tetapi juga sesuai prorgam nawacita Presiden kita bangun dari Desa.

“Khusus perbatasan Atambua Kabupaten Belu, mudah-mudahan menjadi barometer dan juga menjadi serambi terdepan bagi wilayah Negara Kesatuan Indonesia,” harap Muchidin.

Dia berpesan kepada prajurit Yonif Raider 641 Muchidin agar jangan melakukan atau membuat pelanggaran sekecil apapun selama bertugas menjaga pengamanan di wilayah perbatasan. Pedomanin aturan yang telah ada, tetap membangun, membina hubungan dan komunikasi dengan masyarakat serta para steckholder yang ada baik toko masyarakat, adat, pemuda/pemudi dan komponen lainnya.

“Kita tidak bisa katakan TNI yang terbaik, karena kita membangun bersama-sama rakyat. Harus selalu koordinasi dengan seluruh komponen yang ada dan kita mesti bersinergi dengan rakyat dalam membangun daerah perbatasan Belu,” ingat Muchidin.