Daniel Hurek: Selamatkan Air Tanah di Kota Kupang Dengan Sumur Resapan

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlineow.com – Menyusul pembangunan bendugan Kolhua semakin tidak jelas, selain itu ditambah dengan curah hujan yang sangat minim, pemerintah Kota Kupang disarankan untuk membuat kebijakan baru agar masalah air di Kota Kupang bisa teratasi. Salah satu cara mudah untuk menyelamatkan air tanah di Kota Kupang, adalah membuat sumur resapan yang banyak agar kondisi air tanah tetap terjaga.

“Sebenarnya kota Kupang tidak akan mengalami kekurangan air, jika kita mau membuat sumur resapan untuk menghambat air hujan tidak mengalir menuju laut tanpa ada penahannya yang berfungsi menjegal air tidak terbuang percuma kelaut,” kata Anggota DPRD Kota Kupang, Daniel Hurek kepada wartawan, Senin (10/10/2016) di Gedung DPR kota Kupang.

Menurutnya, pola menahan air dengan membuat sumur resapan untuk menjaga kestabilan air tanah sudah dilakukan oleh daerah-daerah yang curah hujannya minim. Dengan membuat sumur resapan air tidak akan terbuang percuma kelaut.

Saya ambil contoh berdasarkan pengalaman saya sendiri. Di rumah di wilayah Naikoten II, hampir semua sumur mengalami kekeringan ketika musim kemarau. Namun sumur yang ada pada rumah saya tidak pernah mengalami kekeringan, karena saya membuat sumur resapan, sehingga air hujan maupun limbah dari mandi, cuci, diarahkan ke sumur resapan tersebut, sehingga ketika kemarau dan banyak warga mengeluh sumur mereka kekeringan, tapi sumur di rumah saya tidak pernah kering karena kondisi air tanah tetap terjaga. “Selain itu banyak peniliti dari mancanegara yang datang meneliti soal kondisi air tanah di Kupang, dan mereka menyebut bahwa Kota ini tidak akan mengalami kekurangan air jika ada jebakan air dengan skala besar,” Kata Hurek.

Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk menghimbau kepada warga Kota Kupang, membuat sumur resapan di rumah masing-masing. Selain di kali-kali besar seperti kali Liliba, maupun beberapa kali yang ada perlu dibuat semacam jebakan air agar air hujan yang turun tidak terbuang percuma, tapi jebakan yang menghalaunya untuk masuk kembali ke tanah agar kondisi air tanah tetap terjaga.

“Penduduk kita sudah 500 ribu lebih, bahkan kabar terakhir penduduk kota Sudah mencapai 600 ribu lebih. Sedangkan pasangan usia subur dalam kisaran 40 ribu hingga 50 ribu. Jika kita tidak memikirkan cara untuk menjaga kondisi air tanah, maka suatu saat Kota ini bakal mengalami kekurangan air yang serius,” Kata Hurek.

Hurek mengaku, dalam sidang DPRD dengan agenda pembahasan KUA-PPAS tahun 2017, dirinya akan menyarankan kepada pemerintah Kota Kupang, mengalokasikan anggaran pembuatan jebakan air di kali-kali. Dirinya juga akan meminta pemerintah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat Kota Kupang, agar bisa membuat sumur resapan di rumah masing-masing.

“Membuat sumur resapan cukup dengan membuat lubang dengan diameter 1×1 sudah cukup untuk menampung air mandi, maupun air hujan agar bisa masuk lagi kedalam tanah,”