Ferry Kase: Pancasila Identitas Nasional Harus Dipertahankan
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pancasila sebagai identitas nasional bangsa Indonesia yang harus dipertahankan warga masyarakat. Persoalan yang dihadapi saat ini, nilai-nilai Pancasila perlahan mulai tergeser di era globalisasi.
Terkait hal itu Anggota MPR RI, Ferry Kase memberikan penguatan pancasila identitas nasional bagi warga di wilayah Timor Barat perbatasan Indonesia dan negara Timor Leste pada Jumat 20 April 2018 lalu.
Kegiatan yang dikemas dalam sosialisasi 4 pilar berbangsa dan bernegara bersama masyarakat terpusat di Desa Manumean, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU).
Kepada media ketika dihubungi, Selasa (22/5/2018) Ferry menuturkan, situasi dan kondisi masyarakat kita dewasa ini menghadapkan kita pada era globalisasi. Dimana mau tidak mau suka atau tidak suka telah datang dan menggeser nilai-nilai yang sudah ada.
“Nilai-nilai tersebut baik yang bersifat positif maupun bersifat negatif,” ujar dia.
Dijelaskan bahwa, krisis multidimensi yang sedang melanda masyarakat kita, menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan identitas nasional kita.
Telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri negara kita dalam pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah memajukan kebudayaan Indonesia.
Lanjut Politisi Partai Hanura itu bahwa, guna menguatkan identitas nasional tersebut, diperlukan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk turut serta menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas nasional melalui sikap dan perilakunya sehari-hari.
“Sehingga ia tidak akan terkoyak oleh perubahan zaman yang sedemikian cepatnya,” ujar Ferry.
Lanjut dia, warga masyarakat di Desa Manumean sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisi empat pilar kebangsaan. Pancasila merupakan dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Hal tersebut harus terus digelorakan dan kegiatan serupa akan dilakukan terus bagi warga Indonesia guna bentengi diri warga khususnya yang berdomisili di tapal batas negara RI-RD

