Kelompok Bahan Makanan Sumbang 5,26 Persen Inflasi di NTT
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bahan makanan menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Januari 2018 di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 5,26 persen. Angka itu diikuti kelompok makanan jadi sebesar 0,81 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maritje Pattiwaellapia kepada wartawan dalam konferensi pers yang digelar, Kamis (1/2/2018).
Menurut Maritje, NTT mengalami inflasi pada Januari 2018 sebesar 0,94 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,91. Dari dua kota IHK di NTT mengalami inflasi yaitu Kota Kupang sebesar, 1,06 persen dan Kota Maumere sebesar 0,17 persen.
Inflasi Januari 2018 di NTT terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada lima dari tujuh kelompok pengeluaran. Tujuh kelompok pengeluaran itu, yakni bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.
Baca juga : OJK Gelar Edukasi Keuangan Bagi Warga di Tapal Batas Belu-Tiles
Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, kelompok sandang, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga raga, serta kelompok transpor dan komunikasi dan jasa keuangan.
“Kelompok penyumbang inflasi terbesar adalah bahan makanan diikuti kelompok makanan jadi. Sedangkan, untuk kelompok transpor dan sandang mengalami penurunan indeks harga, masing-masing sebesar 2,65 dan 0,25 persen,” katanya.
Dia mengungkapkan, pada Januari 2018, dari 82 kota sampel IHK Nasional, 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 1,42 persen.
“Inflasi terendah terjadi di Kota Tangerang sebesar 0,04 persen. Sementara deflasi terbesar terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,12 persen,” ungkap Maritje.

