Pengurus DPD IWAPI NTT Periode 2018-2023 Resmi Dilantik
Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk masa bakti 2018 – 2023, secara resmi dilantik dan dikukuhkan.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) IWAPI, Dyah Anita Prihapsari, dan dikukuhkan oleh Wakil Gubernur NTT, Beny Alexander Litelnoni selaku Dewan Pembina IWAPI NTT, Sabtu (20/1/2018).
Ketum DPP IWAPI, Dyah Anita Prihapsari menegaskan, Iwapi merupakan organisasi profesi dibawah naungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan bukan organisasi politik atau sosial. Iwapi juga bersinergi dengan pemerintah dan bergerak untuk meningkatkan perekonomian daerah dan bangsa.
“Iwapi merupakan wadah bagi pengusaha perempuan di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Menurut Dyah, perempuan juga memiliki peranan penting dalam membangun bangsa. perempuan- perempuan Indonesia bisa mandiri secara ekonomi. “Iwapi harus bergerak di NTT untuk menginspirasi perempuan agar berusaha mandiri,” katanya.
Dia mengatakan, ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh Iwapi NTT dalam meningkatkan perekonomian daerah, yakni Sumber Daya Manusia (SDM), membuka jaringan marketing serta membuka akses permodalan.
“Semua kalau dijalankan dengan ketulusan dan keikhlasan maka akan mengdatangkan hasil dan tempat yang paling baik,” ujarnya.
Baca juga : Protes Warga Jalan Lubang di Kampung Baru “Hati-Hati Jalan Ini Tak Semulus Janjimu”

Dyah menjelaskan, Iwapi terbentuk sejak 1975, dan sudah tersebar di 32 Provinsi di Indoenesia dengan jumlah anggota mencapai 30 ribu lebih perempuan pengusaha, dimana 80 persen diantaranya masih bergerak di UMKM, 13 persen pengusaha sedang dan 2 persen usaha besar.
Dia menambahkan, NTT memiliki potensi sangat luar biasa yang bisa dikembangkan untuk peningkatan ekonomi, salah satunya di sektor pariwisata. Selain itu, tenun ikat NTT sangat berkualitas, dan ini bisa dikembangkan lebih jauh lagi.
Ketua DPD Iwapi NTT, Ince Sayuna mengatakan, pengusaha perempuan NTT punya potensi untuk maju, namun ada dua masalah yang sering dihadapi, yakni masalah modal dan jaringan untuk menjual produk asal NTT.
“Iwapi bisa menjadi kekuatan jejaring bagi pengusaha perempuan di Indonesia, termasuk NTT untuk saling mendukung dalam pembangunan,” katanya.
Ince yang dipercayakan untuk menahkodai Iwapi NTT ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi NTT saat ini diatas rata-rata nasional, dengan demikian wadah ini (Iwapi) akan menjadi jembatan emas sebagai penghubung bagi pengusaha perempuan NTT untuk turut memajukan daerah ini.
Wakil Gubernur NTT, Beny Litelnoni mengatakan, NTT masih membutuhkan banyak pengusaha, karena sesuai data statistik jumlah pengusaha di NTT hanya sekitar 0,7 persen. Tentu angka ini masih sangat jauh dari harapan, karena itu Iwapi diharapkan dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan ekonomi di NTT.
“Pemerintah daerah NTT mendorong agar IWAPI mengembangkan segala potensi yang dimiliki secara semaksimal mungkin untuk membangun kemakmuran bangsa,” ujarnya.

