DPR Soroti Drainase dan Penahan Jalur Laktutus Yang Mulai Rusak

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTonlinenow.com – Anggota DPRD Kabupaten Belu, Stefanus Mau menyoroti proyek pengerjaan ruas jalan Halilulik menuju Fatubesi, Laktutus, Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Negara Indonesia dengan Timor Leste.

Pasalnya, pada beberapa titik ruas jalan menuju Kecamatan yang berbatasan darat langsung dengan Distric Kobalima itu drainase atau saluran got dan penahan yang sementara dikerjakan mulai rusak, bahkan nyaris roboh setelah diguyur hujan dalam sepekan terakhir.

Selain itu juga terdapat beberapa tebing disepanjang ruas jalan yang longsor karena tidak ada tembok penahan, beberapa saluran got dan bahu jalan yang terkikis lantaran tidak dibangun saluran air untuk jalur air.

“Kita respon positif atas upaya Pemerintah yang telah merealisasikan janji untuk sinkronkan program pembangunan dengan Pemerintah Pusat khusus dalam Cita ketiga dari Nawa Cita Jokowi-JK yakni membangun Indonesia dari pinggiran, dari desa dan dari perbatasan,” ujar Stef kepada media, Senin (4/12/2017).

Kendati demikian, Anggota DPR asal Fraksi NasDem itu menyayangkan proyek pengerjaan ruas jalan Halilulik menuju Fatubesi yang menelan anggaran senilai 34, 5 miliar terancam tidak akan bertahan lama. Sebab saluran dan penahan yang sementara dikerjakan terkesan asal jadi dan tidak bermutu.

“Di wilayah Desa Nanaet sampai Fohoeka sebagian saluran dan penahan sudah roboh. Ada informasi semen banyak dijual oleh para tukang saat kerja saluran dan penahan makanya pasangan diluar petunjuk teknis. Terkait kondisi itu, saya sudah ingatkan Kepala Dinas untuk pantau langsung ke lapangan,” ucap dia.

Baca juga : Jelang Hari Juang Kartika, Kodim 1605/Belu Karya Bhakti Bersihkan Rumah Ibadah

Terkait itu, dia mengatasnamakan nama masyarakat meminta kepada kontraktor dan PPK yang menangani pengerjaan ruas jalan Halilulik-Fatubesi untuk segera memperbaikinya sebelum dilakukan serah terima pada tanggal 16 Desember yang akan datang.

“Kami akan terus mengawal kepentingan masyarakat yang menelan anggaran sangat besar ini. Kerja boleh kejar target tapi harus tetap fokus lihat kualitas,” tegas Dewan Stef yang juga warga dari wilayah itu.

Kadis PU dan PR Belu, Embang Bela ketika dikonfirmasi media melalui WhatsApp terkait hal itu menyampaikan, tolong konfirmasi ke PPKnya untuk ruas jalan raya tersebut. Sementara itu PPK yang dikonfirmasi belum ada jawaban.

Terpisah, pelaksana proyek PT Pundi Mas Bahagia, Aloysius Mintura yang dikonfirmasi, Selasa (5/12) mengatakan, salah satu faktor kerusakan drainase dan penahan diakibatkan curah hujan yang turun temurun dalam sepekan terakhir. “Kita segera perbaiki kerusakannya, baik itu saluran got penahan yang mulai rusak,” ujar dia.

Untuk diketahui, berdasarkan papan informasi proyek Pemerintah Kabupaten Belu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan. Progam pembangunan jalan dan jembatan. Kegiatan pembangunan jalan Kabupaten. Adapun paket kerja, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan pengadaan jalan Kabupaten kelas III Halilulik-Fatubesi/K.15.

Nomor kontraktor 11/PPK-BM/PUPR/IV/2017 dengan tanggal kontrak 16 Juni 2017. Nilai kontrak, Rp 34.209.090.000 yang bersumber dari DAK penugasan tahun anggaran 2017. Waktu pelaksanaan 170 hari kalender dan pemeliharaan 180 hari kalender.