Pembangunan 4 Jembatan Perintis Garuda oleh Kodim Belu Ditargetkan Rampung Agustus
Laporan Yan Manek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Kodim 1605/Belu bersama warga terus mempercepat pembangunan empat jembatan perintis garuda yang tersebar di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Dandim Belu, Letkol Arh. Arisetyo Ardyanto menyampaikan bahwa, untuk Kodim 1605/Belu ada total empat jembatan perintis garuda yang mana tiga diantaranya berada di Kabupaten Belu dan satu di Kabupaten Malaka.
Dia menjelaskan, dari total 4 jembatan garuda itu, dua berlokasi di Kelurahan Ribensi yakni, Sukabiren dan Beinoka, Lafaekfera dan satu jembatan beton di Oetfo Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat. Sedangkan satu jembatan gantung di wilayah Weliman, Kabupaten Malaka.
“Untuk yang di Belu ada tiga jembatan perintis. Dua jembatan gantung di wilayah Rinbesi, satu jembatan beton di Oetfo, Naekasa dan satu jembatan gantung di wilayah Kabupaten Malaka,” ujar dia, Rabu (12/8/2026).
Menurut Ardyanto, saat ini yang 100 persen jembatan gantung Beinoka, Lafaekfera. Sementara itu, untuk pengerjaan dua jembatan gantung dalam pemasangan tali sling dan jembatan beton 95 persen sisa tahap pengecoran lantai.
“Harapannya semoga cuaca mendukung pengerjaan jembatan beton. Untuk tiga jembatan gantung hari ini sudah memasang sling tinggal finishing untuk pemasangan lantai dan bisa rampung dalam pekan ini,” kata dia.
Lanjut mantan Danyon Arhanud Kupang itu, dengan kehadiran empat jembatan perintis bisa mempermudah akses warga bepergian baik itu akses kesejahteraan, akses pendidikan, akses ekonomi maupun lainnya.
“Harapan kita jembatan ini bisa membantu memperlancar akses transportasi semua warga terutama untuk anak-anak sekolah atau warga yang selama ini harus berputar jalannya atau turun ke sungai untuk menyeberang,” ucap Ardyanto.
Dia menambahkan, keberadaan jembatan tidak hanya saat ini saja digunakan tapi juga warga harus menjaga dan merawat sehingga tetap awet bisa mendukung kebutuhan seluruh warga sampai dengan tahun-tahun berikutnya.
“Saya mohon kepada seluruh warga agar bantu memelihara jembatannya. Apabila ada hal-hal yang mungkin terjadi kerusakan atau hal-hal yang sifatnya jadi terkendala tolong dilaporkan ke Kodim, sehingga nanti kita bisa mengambil langkah untuk bersama-sama mengerjakannya,” akhir Ardyanto.

