Senyum Warga Oelsabloit: Dulu Gelap Gulita dan Bayar Mahal, Kini Terang Benderang Berkat PLN

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Senyum bahagia kini merekah di wajah warga Dusun Oelsabloit, Desa Oebola Dalam, Kabupaten Kupang. Penantian panjang mereka akan hadirnya energi listrik akhirnya terwujud nyata. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), PT PLN (Persero) sukses mengalirkan listrik ke wilayah terpencil tersebut, menyulut harapan baru bagi peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat.

Kegembiraan ini disaksikan langsung oleh tim PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang saat menyambangi dusun tersebut pada Kamis (25/06), pasca-rampungnya pembangunan jaringan listrik. Tidak hanya menerangi rumah warga, PLN juga memastikan fasilitas publik seperti gereja, posyandu, dan aula pertemuan dusun kini telah teraliri listrik yang andal.

Herman Sabloit, salah satu tokoh masyarakat setempat, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya atas perubahan besar di desanya.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT PLN (Persero) UIW NTT dan UP2K Kupang. Begitu lama kami hidup tanpa listrik, dan sekarang rumah-rumah kami akhirnya bisa menyala terang. Ini adalah berkat dan kebahagiaan luar biasa bagi kami semua,” tutur Herman.

Lepas dari Jerat Biaya “Lampu Pelita” dan Cas HP yang Mahal

Sebelum PLN masuk, malam hari di Dusun Oelsabloit hanya ditemani oleh redupnya lampu pelita berbahan bakar minyak tanah. Untuk itu, setiap keluarga harus merogoh kocek hingga Rp200.000 per bulan demi membeli 30-40 liter minyak tanah. Biaya ini akan melonjak tajam saat ada acara adat atau perkumpulan warga yang memaksa mereka membeli obor tambahan.

Bukan cuma itu, perkara mengisi daya (charge) baterai handphone pun menjadi perjuangan tersendiri. Warga harus menempuh perjalanan jauh ke Desa Camplong II dan membayar Rp10.000 hanya untuk sekali pengisian daya.

Kini, cerita-cerita sulit itu resmi menjadi masa lalu. Dampak instan dari hadirnya listrik ini langsung dirasakan oleh berbagai lini kehidupan warga:
Pengrajin Tenun Ikat: Jika dulu aktivitas menenun terhenti saat matahari terbenam karena cahaya pelita yang minim, kini para ibu bisa melanjutkan tenun ikat mereka di malam hari dengan pencahayaan yang maksimal. Pendidikan Anak-anak: Anak-anak sekolah di Dusun Oelsabloit kini bisa belajar dengan nyaman di malam hari tanpa perlu merusak mata akibat asap dan minimnya cahaya lampu pelita.

Pelaku Usaha Mebel: Aprianus Kono, seorang pengrajin mebel lokal, mengaku sangat lega. Selama ini, usahanya terbebani biaya modal yang tinggi karena harus menggunakan genset. “Dengan listrik PLN, biaya operasional bisa dipangkas habis. Kami optimistis usaha mebel ini bisa jauh lebih berkembang,” kata Aprianus semangat.

Manager PLN UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, menegaskan bahwa komitmen PLN tidak sekadar menyambung kabel, melainkan membangun fondasi kesejahteraan.

“Kami terharu melihat antusiasme warga. Kami berharap listrik ini menjadi stimulus kuat bagi ekonomi lokal, mendorong produktivitas pelaku usaha, dan membantu anak-anak sekolah meraih masa depan yang lebih cerah,” ungkap Albertus.

Apresiasi senada juga disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata hadirnya keadilan energi di bumi Flobamora.

“Listrik adalah pintu masuk bagi kesejahteraan, pendidikan yang lebih baik, dan pelayanan kesehatan yang memadai. PLN berkomitmen untuk terus bergerak, menembus batas-batas geografis di NTT, agar tidak ada lagi masyarakat di pelosok yang tertinggal dalam kegelapan. Ketika listrik hadir, harapan baru otomatis tumbuh,” pungkas Eko.

Melalui program perluasan infrastruktur kelistrikan desa ini, PLN terus mengukuhkan perannya dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional, membawa Dusun Oelsabloit melangkah mantap menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.(*)