Pemuda GMIT Klasis Belu Gelar Pawai Paskah 2026

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemuda Gereja Majelis Injili Timor (GMIT) Klasis Belu perbatasan RI-RDTL menggelar pawai Paskah 2026 merayakan kemenangan Yesus Kristus yang bangkit dari kematiannya, Jumat (10/4/2026) pukul 14.00 Wita.

Bertempat di pelataran Kantor Plaza Perizinan Belu, hadir dalam Pawai Paskah tersebut, sejumlah pendeta, Ketua Majelis Klasis TTU, Kepala Kantor Kemenag Atambua serta tamu undangan lainnya.

Sejumlah kendaraan roda kecil hingga truk dihiasi pemuda GMIT berantrian untuk diarak keliling kota. Ribuan peserta dari kalangan pemuda dan remaja, jemaat gereja ikut ambil bagian dengan penuh semangat, menampilkan spanduk-spanduk bertema Paskah dan menyanyikan lagu-lagu pujian serta drama singkat

Pawai Paskah diikuti sebanyak 12 gereja di Klasis Belu diantaranya, GMIT Motamaro Solafide, GMIT Yedija Kotafoun, GMIT Getsemani Halilulik, GMIT Petra Atapupu, Imanuel Bautasik, GMIT Kalvari Wedomu.

GMIT Ebenheser Lakafehan, GMIT Anugerah Atambua, GMIT Polycarpus Atambua, Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Shalom, Gereja Sidang Jemaat Allah Naviri Sion dan Bukit Kemulian.

Selain itu turut dalam Pawai Paskah, kendaraan rombongan Majelis Belu (panitia Pawai Paskah Klasis, UPP Pemuda Klasis dan Yapenkris), Kementerian Agama Kabupaten Belu dan DPC GAMKI, GMNI dan PMKRI.

Ketua GMIT Klasis Belu, Pdt. Para Mengi Uly sebelum melepas peserta Pawai Paskah menyampaikan, ketiga kalinya Klasis Belu menggelar Pawai Paskah yang diikuti pemuda GMIT di perbatasan Belu.

“Maksud dan harapan yang dicapai bersama merayakan kebangkitan Yesus Kristus dan harapannya kebangkitan Yesus Kristus bawa hidup baru bagi Klasis,” ujar dia.

Menurut Ully, pawai Paskah ini menjadi bentuk syukur atas kemenangan Yesus Kristus dari maut. Sekaligus sarana pererat persekutuan pemuda antar jemaat, bahkan menjadi ruang pembinaan iman dan karakter generasi muda.

“Melalui kebangkitan kita diingatkan bawa terang selalu kalahkan kegelapan. Pawai ini buka hanya sebuah giat seremonial, tapi jadi saksi keimanan,” tegas dia.

“Kita generasi yang hidup dalam terang abadi kasih Kristus yang persatukan kita. Paskah bawa damai jadilah saksi Kristus bagi dunia,” tambah Ully.

Dia menghimbau kepada peserta dari setiap gereja untuk menjaga keamanan, ketertiban selama prosesi Pawai Paskah berlangsung sehingga kegiatan berlangsung lancar dan damai hingga selesai.

“Kita harap juga selama proses pawai umat tetap jaga kebersihan, buanglah sampah pada tempat yang telah disiapkan masing-masing gereja,” pinta Ully.

Adapun rute Pawai Paskah titik star dari pelataran Kantor Perizinan Atambua, rombongan pawai menuju pertokoan pasar lama lurus menuju Simpang tiga toko Samara, lurus gereja Polycarpus belok kanan lampu merah Pelita.

Menuju simpang tiga Tini belok kanan lurus tugu Puskot lama, belok kanan rumah jabatan Bupati Belu belok kiri simpang SMAK Surya belok kanan menuju lampu merah Sentra, belok kiri Kantor Perpustakaan, belok kanan menuju Kodim Belu dan finish di lapangan umum Atambua.