Pemkab Belu Segera Lakukan Penanganan Jalan Longsor

Bagikan Artikel ini

Laporan Yan Manek
Atambua, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kabupaten Belu memastikan respons cepat dalam penanganan darurat jalan longsor termasuk banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Menurut Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa minggu terakhir yang mengakibatkan sejumlah infrastruktur jalan di Kabupaten Belu mengalami kerusakan parah.

“Kemarin bersama Ketua DPRD Belu, Plt. Kadis PUPR Belu dan Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Belu kita tinjau lokasi ruas jalan Halilulik-Laktutus yang longsor,” ujar dia, Sabtu (7/3/2026).

Dia mnjelaskan bahwa, pemantauan yang dilakukan untuk melihat langsung kondisi kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang cepat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

“Selain tinjau ruas jalan Halilulik-Laktutus, Kecamatan Nanaet Duabesi, kita juga melewati wilayah Wedomu, Kecamatan Tasifeto Timur karena ada deuker yang rubuh dampak bencana banjir,” tambah Vicente.

Dia menegaskan bahwa langkah yang dapat dilakukan saat ini adalah melakukan penanganan darurat terlebih dahulu agar akses transportasi masyarakat tetap berjalan dan tidak terputus.

Akui Vicente, ruas jalan Halilulik–Laktutus memang membutuhkan penanganan khusus karena kondisi tanah yang mudah longsor, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi.

“Untuk ruas jalan Halilulik-Laktutus memang membutuhkan penanganan khusus karena kontur tanahnya mudah longsor. Biaya yang dibutuhkan juga cukup besar, karena itu kami berharap warga dapat memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini juga terdampak kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat,” ungkap dia.

Vicente juga menginstruksikan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa serta masyarakat untuk bergotong-royong membantu penanganan darurat di lokasi terdampak.

Lebih lanjut dia mengapresiasi langkah cepat masyarakat dan pihak Gereja Laktutus yang telah lebih dahulu mengambil inisiatif membantu perbaikan sementara.

“Aksi penanganan darurat yang dilakukan Pater bersama umat sangat luar biasa dan kami sangat berterima kasih atas inisiatifnya,” kata Vicente.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang, menegaskan bahwa DPRD sebagai mitra pemerintah akan mendorong percepatan penanganan kerusakan jalan tersebut.

Dia mengatakan telah meminta Plt. Kepala Dinas PUPR untuk segera mengambil langkah cepat dalam penanganan darurat.

“Sebagai mitra pemerintah, tadi saya sudah menyampaikan kepada Plt Kadis PUPR agar segera mengatasi masalah ini paling lambat besok,” kata Djuang.

Ia mengakui bahwa penanganan kerusakan tersebut tidaklah mudah karena membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun demikian, langkah darurat harus segera dilakukan sebelum penanganan permanen dilakukan melalui perencanaan anggaran.

“Sejujurnya penanganan ini cukup berat, tetapi akan dilakukan penanganan darurat terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penanganan permanen. Kami di DPRD juga akan berdiskusi terkait penganggarannya dan memperjuangkan usulan dari dinas teknis agar bisa ditangani secepatnya,” pungkas dia.