Ketua BEM STISIP Nilai Pemda Lemah Tangani Jalan Rusak di Debululik, DPRD Dapil III Diduga Abai Reses

Bagikan Artikel ini

Laporam Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali, menilai Pemerintah Daerah Kabupaten Belu lemah dan tidak serius dalam menangani persoalan infrastruktur jalan rusak yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat di dusun Renek Desa Debululik, Kecamatan Lamaknen Selatan.

Menurut Melfridus, kondisi jalan yang rusak parah bukan persoalan baru, namun terkesan terus diabaikan tanpa solusi nyata dari pemerintah daerah. Padahal, akses jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan jika ada ibu hamil yang kondisi darurat sangat berbahaya dengan keselamatan di karenakan kendaraan tidak bisa melewati jalan tersebut

“Jalan di Desa Debululik sudah lama rusak dan dibiarkan begitu saja. Ini menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Jangan bicara pembangunan kalau akses jalan saja tidak mampu diselesaikan,” tegas Melfridus dalam keterangan resminya, Rabu (4/2/2026).

Dia juga menyoroti peran DPRD Kabupaten Belu, khususnya DPRD Dapil III, yang dinilai tidak menjalankan fungsi representasi rakyat secara maksimal. Melfridus bahkan menduga kuat anggota DPRD Dapil III tidak pernah turun reses untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat di wilayah tersebut.

“Kalau DPRD benar-benar turun reses, mustahil mereka tidak tahu kondisi jalan di Debululik. Pertanyaannya, apakah reses hanya formalitas di atas kertas atau benar-benar dilakukan untuk menyerap aspirasi rakyat? kritik dia,”.

Lebih lanjut, Melfridus menegaskan bahwa DPRD seharusnya menjadi pengawas dan penekan pemerintah daerah, bukan justru diam dan membiarkan persoalan rakyat berlarut-larut tanpa kejelasan.

Dia mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dan DPRD untuk segera turun ke lapangan, melakukan audit kebutuhan infrastruktur, serta menetapkan penanganan jalan rusak di Desa Debululik sebagai prioritas mendesak, bukan sekadar janji politik tahunan.

“Mahasiswa akan terus bersuara. Jika pemerintah dan DPRD tetap tutup mata, maka jangan salahkan rakyat dan mahasiswa jika turun ke jalan untuk menagih tanggung jawab, pungkas Melfridus.