Asisten II Setda Belu Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI

Bagikan Artikel ini

LaporanYanManek
Atambua,NTTOnlinenow.com-Sebanyak 75 siswa kelas IV dan V dari 22 SD/MI se-Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL mengikuti lomba Bertutur Tingkat SD/MI tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belu.

Kegiatan lomba yang menjadi wadah guna meningkatkan kemampuan berbicara sekaligus menumbuhkan minat baca dan kecintaan siswa terhadap budaya daerah lokal berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belu, Rabu (26/8/2026).

Lomba berlangsung selama tiga hari dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Belu, Nikolaus Umbu Biri dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Belu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Belu, Dewan Juri, Guru Pendamping serta orang tua peserta.

Menurut dia, lomba bertutur tidak hanya melatih siswa menyampaikan cerita secara lisan dengan menarik, jelas, dan penuh ekspresi, tetapi juga mendorong keberanian, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi di depan umum.

“Lewat seni bertutur, anak-anak juga diajak belajar menyampaikan gagasan, berempati, serta memahami dan menghargai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam cerita rakyat dan budaya bangsa,” ujar Umbu.

Lebih lanjut dia juga memberikan apresiasi kepada panitia, dewan juri, guru pendamping, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.

“Bertuturlah dengan percaya diri, penuh ekspresi, dan penghayatan. Jadikan lomba ini sebagai ajang belajar dan pengalaman yang berharga. Selamat berlomba, junjung tinggi sportivitas,” pesannya Umbu.

Sementara itu, Ketua Panitia, Frans X. Lako menuturkan, tujuan lomba Bertutur menumbuhkembangkan kegemaran membaca dan literasi anak serta menanamkan kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui berbagai bacaan dan buku.

Dijelaskan juga bahwa, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempopulerkan cerita budaya daerah yang mengandung nilai-nilai kehidupan, sekaligus membangun karakter anak melalui cerita kepahlawanan dan legenda.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda semakin gemar membaca dan dapat menjadi panutan dalam membangun kebiasaan membaca,” tambah Loko.

Menurut dia, lomba Bertutur Tingkat SD/MI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus mengenalkan generasi muda pada kekayaan budaya dan kearifan lokal Kabupaten Belu.

Lanjut Loko, dalam perlombaan, para peserta membawakan cerita Suri Ikun dan Bui Ikun serta Legenda Raja Laku Leik. Peserta akan dinilai berdasarkan kemampuan bertutur, mulai dari intonasi, ekspresi wajah, gerakan tubuh, penghayatan, hingga kemampuan menyampaikan pesan cerita kepada para pendengar.

“Selain meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan berbicara, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya melestarikan cerita tradisional dan budaya lokal Belu,” tutup dia.