Operasi Keselamatan, Satlantas Polres Belu Imbau Warga Tertib Berlalulintas
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Satlantas Polres Belu menggelar Operasi Keselamatan Turangga 2026 selama 14 hari terhitung mulai 2 Februari hingga 15 Februari mendatang.
Kegiatan dilakukan guna menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamsertibcarlantas) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah 2026.
KBO Satlantas Polres Belu, IPDA Nando Tilman menyampaikan bahwa, dalam operasi keselamatan selama dua pekan kedepan diimbau kepada masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas.
“Dalam operasi keselamatan ini, kita lebih pada menghimbau warga tentang kedisiplinan dalam berlalu lintas selama operasi berlangsung,” ujar dia, Rabu (4/2/2026).
Akui Nando, masih terdapat banyak warga yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Ada pengemudi sepeda motor yang tidak memakai helm, terobosan lampu merah, juga yang lagi viral anak-anak dibawah umur yang terlibat balap liar.
Dia tekankan, untuk tiga hari kendaraan yang terjaring tidak ada tapi lebih pada himbauan. Kalau ada kendaraan yang diamankan itu tidak memiliki dokumen atau surat-surat dan dibawa ke Kantor. Setelah mereka lengkapi dokumen kendaraannya kami kembalikan.
“Tujuan operasi ini agar masyarakat disiplin dalam berlalu lintas. Kita lebih pada keselamatan dan himbau warga tertib berlalu lintas,” ucap Nando.
Lanjut dia, selain operasi keselamatan pihaknya juga berhasil mengamankan anak dibawah yang terlibat dalam aksi balap liar. Kita panggil orang tuanya dan berikan edukasi bentui efek jera serta surat pernyataan.
“Kita tingkatkan patroli malam bersama Samapta untuk tindak aksi balap liar, kenalpot racing karena itu membuat tidak nyaman warga serta keselamatan dalam berlalu lintas. Selesai operasi keselamatan kita akan lanjut dengan operasi ketupat,” sebut Nando.
Dia menghimbau kepada masyarakat agar taat disiplin, ikuti aturan lalulintas yang ada demi keselamatan pengendara maupun pejalan kaki.
“Untuk data kejadian laka lantas di bulan Januari, luka berat 2, luka ringan 6, meninggal dunia 3 dan kerugian material 9 juta lebih,” tambah Nando.

