Wakili Polres Belu Juara 3 di Polda, Penari Sanggar Harmoni Dapat Bonus Dari Kapolres Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Menyambut hari Bhayangkara ke-76, Polda Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan lomba kearifan lokal yang diikuti seluruh Polres jajaran.

Bertempat di lapangan serba guna Ricky Sitohang Polda NTT, Sabtu (25/6/2022) lomba tersebut dikuti lima finalis yakni, Polres Belu, Polres Ende, Polres Manggarai, Polres Sumba Timur dan Polres Nagekeo serta Polres Sabu Raijua yang menjadi juara favorit.

Sanggar Harmoni gabungan para pelajar SMK Katolik Kusuma Atambua dan SMA Taruna Mandiri Fatubenao mewakili Polres Belu pada malam final menampilkan tarian tradisional daerah Belu yakni tarian Likurai.

Pada final lomba kearifan lokal itu Sanggar perwakilan Polres Belu berhasil meraih juara 3. Hasil tersebut Sanggar mendapatkan piala serta uang tunai sebesar Rp. 8.000.000.

Diketahui bahwa, tarian Likurai merupakan tarian dimana digunakan para leluhur sebelumnya untuk menyambut para pejuang yang pulang dari medan peperangan.

Saat ini, tarian Likurai digunakan sebagai simbol penghormatan kepada tamu yang datang ke wilayah Kabupaten Belu maupun kunjungan para pejabat Belu ke desa-desa.

Selain membawa pulang hadiah dari Polda NTT, para penari juga mendapat hadiah atau bonus dari Kapolres Belu karena telah mengharumkan Polres Belu dan warga Belu dengan meraih juara 3 lomba kearifan lokal.

Bonus tambahan berupa uang pembinaan diserahkan langsung Kapolres Belu AKBP Yosep Krisbiyanto kepada guru pembina disaksikan para pelajar dihadiri Wakpolres Belu di ruang kerjanya, Senin (27/6).

Dia menyampaikan, atas nama pribadi dan instansi Polres Belu saya sangat bangga kepada adik-adik penari yang sudah meluangkan waktunya memberikan yang terbaik untuk Polres Belu pada lomba di Polda NTT.

“Terimakasih kepada para pembina dan koreografer, yang dengan sedikit persiapan, bisa memoles dan melatih para penari sehingga bisa tampil dengan baik dan keluar sebagai juara 3 dalam final lomba di Polda,” ujar dia.

Pada kesempatan itu, Yosep juga memberikan pesan kepada para pemenang lomba untuk selalu tekun belajar dan tetap berusaha dalam mengembangkan bakat yang dimiliki. Sehingga, kedepannya bisa tampil di tingkat nasional bahkan internasional.

“Prestasi ini harus terus dikembangkan oleh adik-adik sehingga nantinya ada lagi perlombaan bisa menampilkan yang terbaik. Tentunya juga para penilai atau juri harus fear dalam memberikan penilaian,” pinta Yosep.

Lanjut dia, hasil lomba ini tentu akan disampaikan ke Bupati Belu selaku kepala daerah disini, sehingga beliau bisa memiliki perhatian khusus dan merangkul semua sanggar tari, apalagi kita disini daerah perbatasan.

“Ini adalah sesuatu yang bisa kita jual kepada para wisatawan yang datang berkunjung ke Belu,” ucap Yosep.