Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Atambua Perluas Lahan Pertanian

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua terus memperluas jangkauan pembinaan kemandirian melalui aksi nyata di sektor pertanian.

Petugas bersama warga binaan mengolah lahan tidur seluas 800 meter persegi yang berada di luar tembok Kantor untuk ditanami kacang tanah.

Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan menyampaikan, langkah strategis ini mempertegas komitmen Lapas Atambua dalam membekali warga binaan dengan keterampilan bertani yang variatif, mulai dari sayuran hingga tanaman pangan produktif.

Dijelaskan, ekspansi lahan ini bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan bagian dari akselerasi program pembinaan untuk mencetak tenaga kerja terampil.

“Kita menargetkan setiap warga binaan memiliki keahlian praktis yang mumpuni sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar dia, Kamis (8/1/2026).

Lanjut Hendra, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Andra Sukabir selaku Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) yang langsung dengan penanaman.

Masih menurut dia, pemilihan kacang tanah sebagai komoditas utama bukan tanpa alasan. “Kami optimalkan setiap jengkal lahan agar bermanfaat. Penanaman di area 800 meter persegi ini menjadi langkah awal rencana besar tahun ini untuk memperkuat kemandirian warga binaan,” ucap dia.

Tegaa Hendra, secara konsisten menggulirkan pembinaan variatif agar warga binaan tetap aktif dan produktif. Menurutnya, program ini merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Kemenimipas poin 8 mengenai pemberdayaan warga binaan.

“Kami ingin saat bebas nanti, mereka tidak lagi bingung mencari kerja karena sudah memiliki ‘tangan emas’ untuk mengolah tanah. Kami pastikan seluruh warga binaan aktif dalam program pembinaan dan tidak ada yang hanya berdiam diri atau ‘bengong’. Keterbatasan ruang gerak bukan penghalang untuk terus berkarya,” sebut dia.

Riko, salah satu warga binaan, mengaku bersyukur atas kesempatan belajar di Lapas. “Melalui bimbingan petugas, saya paham cara mengoperasikan mesin traktor dan menerapkan teknik pemupukan yang benar. Menanam kacang tanah ini bukan sekadar tugas, tapi bekal hidup saya. Saya bertekad membuka kebun sendiri di kampung setelah bebas nanti,” ujar dia.

Melalui inisiatif ini, Lapas Atambua sukses bertransformasi menjadi “Lapas Industri” skala kecil berbasis pertanian. Proses pemasyarakatan kini bergeser menjadi lebih humanis dan berorientasi pada masa depan. Selain memberikan nilai ekonomi, lingkungan hijau yang produktif ini diyakini mampu memberikan efek psikologis positif, mengurangi tingkat stres, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada diri warga binaan.