Pemkab Belu Gelar Workshop Pengembangan Pariwisata di Perbatasan Belu
Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Pemerintah Kabupaten Belu disponsori Bank NTT Cabang Atambua menggelar workshop pengembangan pariwisata di Kabupaten Belu di Gedung Betelalenok Atambua wilayah perbatasanRI-RDTL, Jumat (7/11/2025).
Kegiatan dihadiri Bupati Belu, Asisten Deputi pengembangan Amenitas dan Aksesibiltas Pariwisata Wilayah II Kemenparekraf, Pimpinan Forkopimda, Pimpinan OPD, Para Pmpinan Perbankan, Camat, Lurah, Kades, CU Kasih Sejahtera perhotelan serta tamu undangan lainnya.
Menurut Bupati Willy, Kabupaten Belu merupakan salah satu daerah perbatasan yang memiliki posisi strategis di wilayah Timur Indonesia, berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.
Selain sebagai daerah yang memiliki nilai geopolitik tinggi, daerah Belu juga memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Keindahan alamnya yang masih alami, keunikan budaya masyarakatnya, serta berbagai situs sejarah dan adat istiadat yang kaya menjadikan Belu memiliki daya tarik tersendiri di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.
Jelas dia, penyelenggaraan workehop ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memperkuat arah pembangunan sektor pariwisata daerah sebagaimana tertuang dalam : RPJP Belu, RPJMD) Belu tahun 2026-2029, dan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) Kabupaten Belu.
RIPPARDA merupakan dokumen strategis yang menjadi peta jalan (roadmap) pembangunan pariwisata Kabupaten Belu. Di dalamnya termuat visi pengembangan pariwisata, arah kebijakan, kawasan strategis, serta prioritas pembangunan destinasi, Industri, pemasaran, dan kelembagaan pariwisata.
Tambah Willy, dalam upaya mengimplementasikan visi pengembangan pariwisata, kita perlu menyiapkan strategi pengembangan destinasi pariwisata yang terarah dan berkelanjutan.
Strategi ini mencakup beberapa langkah penting:
1. Peningkatan kualitas dan daya tarik destinasi wisata.
2. Pengembangan pariwisata berbasis budaya dan alam.
3. Peningkatan kapasitas SDM pariwisata.
4. Digitalisasi promosi pariwisata, Selanjutnya, strategi pemasaran pariwisata juga menjadi kunci keberhasilan.
Lanjut dia, salah satu pendekatan yang efektif adalah melalui penyelenggaraan event pariwisata. Event tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi Juga wadah ekspresi budaya lokal, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui event pariwisata tematik, seperti festival budaya perbatasan, festival tenun khas Belu, parade musik dan kuliner lokal, maupun event olahraga wisata (sport tourism), kita dapat menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra Belu sebagai “The Gateway of Wonderful Border Tourism”.
“Dengan perencanaan yang matang, promosi terpadu, dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, media dan pelaku pariwisata lainnya, event-event pariwisata Ini akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan PAD, peningkatan daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat,” ucap Willy.
Ditekankan, pengembangan pariwisata tidak akan berhasil tanpa dukungan keamanan, stabilitas, dan ketertiban masyarakat yang menjadi prasyarat utama tumbuhnya industri pariwisata.
Sinergi lintas sektor antara pemerintah, TNI-Polri, legislatif, dan masyarakat harus terus diperkuat agar pariwisata Belu berkembang dengan aman, tertib, dan berkelanjutan,
“Melalui workshop ini, saya berharap akan lahir rumusan strategi, ide dan inovasi baru yang dapat menjadi acuan kebijakan dan program pengembangan pariwisata Belu kedepan yang tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menumbuhkan ekonomi lokal dan memperkuat identitas budaya masyarakat Belu,” pinta Willy.
Lanjut dia, dirinya mempunyai desain rencana pariwisata ke depan dan untuk meyakinkan para OPD yang direncanakan juga tidak beda jauh-jauh dengan yang sudah berpengalaman dan sudah berhasil Nah jadi pengukuhan atau penegasan jadi update itu datang update datang untuk penegasan bahwa yang Bupati buat ini sudah dibuat yang akan dibuat oleh Bupati ini
“Untuk pariwisata sudah dijalankan dan sudah terbukti berhasil. Jadi sekarang bagaimana membawa orang-orang membawa ASN itu yang belum on the track itu ke on the track, jadi kalau kita jalan dengan tiga roda agak pincang tapi kalau semua ASN itu sudah masuk di rel on the track kita akan bisa jalan normal,” tambah Willy usai kegiatan.
Sementara itu, Asisten Deputi pengembangan Amenitas dan Aksesibiltas Pariwisata Wilayah II Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono menyampaikan terima kasih atas undangan dari Bupati Belu Pak Willy untuk sharing terkait dengan strategi pengembangan pariwisata di Belu.
“Saya yakin dengan potensi yang secara geografis dekat sekali sama Timor Leste ini bisa menarik devisa ke sini dan ujung-ujungnya nanti akan bisa mensejahterakan masyarakat dari sisi pariwisata,” ucap dia.
“Bagaimana kultur seni budaya di Belu mulai ditingkatkan karena itu menjadi atraksi yang dicari wisatawan sekarang seni budaya sudah mau mau hilang yang kedua kuliner,” sambung Marhen Yono.
Masih menurut dia, kuliner menjadi menarik. Kemudian bagaimana nanti event-event mau event budaya apapun yang bisa menarik orang ke Belu dan bagaimana ada travel pattern pola perjalanan wisata di Belu yang selama ini mungkin masih kurang. Nantinya ini yang akan kita bantu biar tahun depan sudah ada paket-paket wisata yang menarik untuk kita kunjungi di Belu dan alam yang indah ini menjadi lengkap.
“Saya berharap dari Kementerian Pariwisata akan support bagaimana Pemerintah Kabupaten itu meningkatkan sektor pariwisatanya dan mudah-mudahan nanti itu berdampak ekonomi yang signifikan untuk masyarakat. Minimal ada satu Kecamatan satu desa wisata sehingga bisa maju. Kita harap mulai siapkan satu Kecamatan satu desa wisata dengan keunggulan yang dimiliki masing-masing. Ada wisata pantai, budaya dan kuliner sesuai denga karakter dan potensi masing masing, dan yang desa yang ada potensi harus dikenal, dikemas dan pasti jadi seperti di Belu pasti akan temukan potensi dibawa Pak Willy Lay,” pungkas Marhen.

