Amito Qonusere Araújo, Pemenang Penghargaan Max Stahl Untuk Kebebasan Pers Timor Leste
Laporan Yansen
Dili,NTTOnlinenow.com-Amito Qonusere Araújo adalah seorang jurnalis dan penulis Timor Leste yang memenangkan Penghargaan Max Stahl untuk Kebebasan Berekspresi pada tahun 2025.
Dia dikenal karena keberaniannya dan komitmennya dalam membela kebebasan berekspresi dan kebebasan pers di Timor Leste.
Dengan 18 tahun pengalaman di dunia jurnalisme, Araújo telah bekerja di berbagai media lokal dan internasional, termasuk Rádio Comunidade Lospalos (RCL), Timor Post, Rádio Akadémiku Universidade da Paz (UNPÁS), dan Rádio e Televisão de Timor-Leste (RTTL).
Dia juga pernah menjabat sebagai reporter, editor, presenter, dan kepala departemen informasi di RTTL.
Namun, pada tahun 2022, Araújo diberhentikan dari RTTL.
Meskipun demikian, ia terus bekerja sebagai jurnalis dan penulis, berkontribusi pada masyarakat Timor Leste melalui karya-karya dan aktivitasnya.
Araújo juga merupakan pendiri Sentru Mídia Investigativu (SMI), sebuah organisasi yang berfokus pada pelatihan jurnalisme untuk jurnalis muda.
Dia juga menjadi anggota Dewan Pers Timor Leste (2023-2025) dan bekerja sama dengan media internasional seperti BBC Indonesia dan G-NEWS, di mana ia menjabat sebagai jurnalis dan editor.
Araújo telah menulis beberapa buku, termasuk “Maunana Umilde no Revolusionáriu” dan “Xanana: Arkitetura no Protagonista ba mapa ukun rasik an”.
Kepada media, Senin (20/10) dia juga menyebutkan, memiliki beberapa buku yang siap diterbitkan dan dua buku lainnya sedang dalam proses penulisan. Menurutnya, menulis adalah seni dan ia ingin membuka jendela bagi pembaca.
Perjalanan Araújo di bidang jurnalisme dan sastra adalah contoh inspiratif dari keberanian dan komitmen dalam membela kebebasan berekspresi dan kebebasan pers. Penghargaan Max Stahl adalah pengakuan yang layak atas kerja dan dedikasinya.
Penghargaan tersebut akan diserahkan langsung oleh Presiden Parlemen Nasional, Dra. Fernanda Lay, di Parlemen Nasional pada tahun ini. Acara tersebut akan menjadi momen penting untuk merayakan kontribusi Araújo bagi kebebasan berekspresi dan kebebasan pers di Timor Leste.

