Satgas Yonarmed 12 Kostrad Bantu Pelayanan Kesehatan di Posyandu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Dalam upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad melakukan pendampingan pelayanan kesehatan Puskesmas Silawan dalam giat Posyandu.

kepada petugas kesehatan Puskesmas Ulilin dalam melaksanakan kegiatan Posyandu Balita dan Lansia di Kampung Selil, Distrik Ulilin, Kab. Merauke – Papua Selatan.

Kegiatan pendampingan pelayanan kesehatan oleh personel Pos Damar Satgas Yonarmed Kostrad terpusat di Posyandu Dusun Aisik, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Sabtu (11/10/2025).

Dansatgas Yonarmed Kostrad, Letkol Arm. Erlan Wijatmoko menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan warga, khususnya dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

Menurut dia, pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, imunisasi dasar, serta penyuluhan gizi bagi para ibu.

“Tak hanya itu, anggota Pos Damar juga turut membagikan bubur kacang hijau gratis kepada anak-anak sebagai upaya meningkatkan asupan gizi sekaligus mempererat hubungan dengan warga setempat,” ujar Erlan.

Ditekankan bahwa, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin kerja sama antara Satgas, Puskesmas, dan kader Posyandu.

“Kami ingin memastikan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil, mendapatkan akses pelayanan kesehatan dasar yang mudah dijangkau. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan,” ungkap Erlan.

Tambah dia, selain memberikan pelayanan medis, personel Satgas juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kita harapkan, melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat sehingga angka stunting dan penyakit menular dapat ditekan di wilayah perbatasan,” pungkas Erlan.