Beredar Rekaman Danunit Kodim Belu Diduga Minta Sejumlah Uang Terkait Kasus Avanza

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen
Atambua,NTTOnlinenow.com-Sebuah video yang menampilkan interaksi antara Danunit Kodim 1605/Belu, Lettu Marsel Tobu dengan seorang warga sontak viral beredar di publik.

Dalam percakapan singkat via telepon seluler yang divideokan diterima media, Kamis (25/9/2025) diduga Lettu Marsel Tobu meminta uang senilai Rp. 80 juta kepada seorang warga yang disinyalir leasing.

Kuat dugaan, permintaan sejumlah uang tersebut untuk menebus mobil Avanza Velos yang saat ini diamankan di Kodim 1605/Belu pasca ditahan Danunit Kodim Belu bersama Anggota BAIS di PLBN Mota’ain, Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Dalam rekaman percakapan tersebut, Lettu Marsel Tobu yang juga Plh Pasi Intel Kodim Belu itu menyampaikan, dirinya dan BAIS yang sikat, singkatnya berapa kita baku atur sudah.

Sementara itu, si warga dalam percakapannya menyikapi penyampaian Danunit Kodim Belu mempertanyakan angka berapa.

Jawab Tobu, untuk harga karena ini sudah viral kita tutup mana-mana termasuk Dandim juga tahu, itu kami minta 80.

Daunit Kodim Belu, Lettu Marsel Tobu saat dikonfirmasi media meminta untuk bertemu sehingga bisa diceritakan karena ada banyak materi yang datang sudh 6 leasing

“Jadi saya mainkan mereka terus, belum selesai proses mereka rebutan. SK yang sangat banyak dari mereka, ada apa sehingga semua kejar,” terang dia via pesan whatsapp.

“Atau lebih jelasnya konfirmasi langsung ke komandan, silahkan saja,” tambah Tobu.

Terpisah, Dandim Belu Letkol Arh. Andi Yunus membantah dirinya tidak pernah meminta apapun dari mereka.
Justru sekarang kita bingung karena terlalu banyak orang yang mau mengambil mobil tersebut.

“Tolong coba kirim ke saya, karena saya tidak pernah ketemu orang dan membahas masalah uang, saya justru mau membongkar pemain-pemain tersebut,” tegas dia.

Diketahui, pasca diamankan pada Sabtu (20/5/2025) lalu di area PLBN Mota’ain oleh Danunit Kodim Belu dan Anggota BAIS, kendaraan Avanza Veloz yang hendak dieskpor ke Timor Leste masih diamankan di Kodim 1605/Belu guna melakukan proses penyidikan lebih lanjut.