Ormas Pemuda Pancasila Belu dukung Polisi usut tuntas Kasus Dekranasda

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com-Penyelidikan dugaan korupsi dana hibah Dekranasda Kabupaten Belu tahun anggaran 2022 senilai Rp 1,5 miliar oleh Polres Belu mendapat dukungan dari Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila Kabupaten Belu.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Belu, Maksi Tahoni tegas mendukung penyelidikan dugaan korupsi yang tengah dilakukan Polres Belu.

“Kita dukung penyelidikan dugaan korupsi dana Dekranasda Belu yang lagi hangat dibahas dan diberitakan baik media masa maupun media elektronik saat ini,” ujar dia, Jumat (5/4/2024).

Dikatakan, langkah Kapolres Belu dan jajarannya mengusut tuntas kasus ini menjadi momentum terbaik untuk menunjukkan kinerja Polri yang sesungguhnya. Kasus ini perlu diungkap secara terang benderang dan siapa saja yang terlibat diseret ke meja hijau.

“Kasus dugaan korupsi dana Dekranasda jelas merugikan masyarakat Belu. Maka tidak ada tempat bagi pihak-pihak yang menilep uang rakyat,” ungkap Tahoni.

Lebih lanjut dia juga meminta, Kapolres Belu dan jajarannya untuk tidak gentar dengan perlawanan yang ada, terutama soal perbaikan jalan ke kampung lama Weberliku oleh Polres Belu.

“Hal itu hanyalah perang psikologi juga bentuk pengalihan isu pokok yakni penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan istri Bupati Belu, Freny Sumantri Taolin. Karena itu jangan takut dengan pengalihan isu hutan lindung yang ditebar,” kata dia.

Tahoni berharap, dengan dibukanya kasus ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengungkap kasus dugaan korupsi yang lebih di Belu.

Lanjut dia, pihaknya akan terus mengawal penyelidikan yang ada. Pasalnya, ada beberapa kasus dugaan korupsi yang ditangani aparat penegak hukum seperti Polres maupun Kejaksaan hingga kini berjalan ditempat bahkan tidak jelas.

“Kita kawal kasus ini. Soalnya dugaan kasus korupsi seperti TMMD di Leosama juga pembangunan jalan di Nanaet tidak jelas penanganannya,” pungkas Tahoni.