CD Bethesda Sosialisasi HIV/AIDS, Wabup Belu : Perlunya Akomodir Dana Desa Guna Berdayakan ODHA

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – CD Bethesda Yakkum Yogyakarta area Belu kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Belu terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV dan AIDS dengan melakukan sosialisasi.

Seperti sosialisasi bagi warga di Dusun Fatukrin Desa persiapan Makareknen Desa induk Bakustulama dengan menyediakan akses konseling dan tes, memberikan perawatan, serta memberikan dukungan yang diperlukan untuk hentikan stigma dan diskriminasi.

Kegiatan kerjasama penanganan sekaligus pemberdayaan tersebut melibatkan Puskesmas Halilulik dihadiri para Kepala Desa se-Kecamatan Tasifeto Barat dan Kades mitra CD Bethesda berlangsung di Dusun Fatukrin wilayah Belu perbatasan RI-RDTL, Minggu (29/10/2023).

Menurut Wakil Bupati Belu, Aloysius Haleserens, Pemerintah bertekad untuk mencapai target nasional tahun 2030 dalam mengatasi HIV/AIDS, yaitu “three zero,” yang berarti nol infeksi baru, nol kematian, dan nol stigma atau diskriminasi.

“Karena itu, kita harus terus melakukan sosialisasi dan intervensi, termasuk pemberdayaan bagi masyarakat yang sudah terinfeksi,” ujar dia.

Lebih lanjut Mantan Kaban Kesbangpol Belu itu juga menyoroti dan mendorong peran penting dana desa dalam pemberdayaan masyarakat yang sudah terjangkit HIV/AIDS.

“Perlunya Pemerintah Desa anggarkan dana desa untuk melakukan pemberdayaan kepada masyarakat sesuai dengan profesi mereka, termasuk juga untuk menganggarkan dalam bidang kesehatan guna melakukan sosialisasi terkait penyakit HIV/AIDS serta penyakit menular lainnya,” kata Aloysius.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan CD Bethesda Yakkum Yogyakarta atas upayanya melalui program sosialisasi HIV/AIDS dan menyetujui dalam membantu pemerintah dalam upaya penanganan penyakit mematikan tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Belu sekaligus Pembina warga peduli AIDS (WPA) Belu, Rinawati Br P Haleserens, menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyebaran HIV dan AIDS.

“Pentingnya kesetiaan dalam pernikahan sebagai faktor utama dalam mencegah penularan penyakit ini. Selain itu, orang tua juga agar harus memberikan motivasi kepada anak-anak dan keluarga yang tinggal jauh untuk menghindari risiko penularan HIV-AIDS,” ketus dia.

Koordinator CD Bethesda Yakkum Area Belu Yosafat Ician menuturkan, kehadiran Bapak Wakil Bupati Belu untuk mendorong para pimpinan desa, terutama para Kepala Desa di Kecamatan Tasifeto Barat yang turut serta dalam kegiatan tersebut, untuk memperhatikan isu HIV dan AIDS dalam perencanaan dan penganggaran desa tahun 2024.

Dikatakan, beliau dalam pertemuan tadi sudah menegaskan perlunya mengakomodir kebutuhan Orang dengan HIV (ODHIV). Kami, CD Bethesda YAKKUM berharap dalam asistensi anggaran tersebut tetap memperhatikan isu HIV AIDS.

“Beberapa desa sudah mengalokasikan anggaran untuk HIV dan AIDS. Untuk itu, dalam asistensi oleh tim asistensi di level atas tidak hilang tetapi tetap diakomodir. Ini penting untuk mencapai Indonesia bebas AIDS 2030, yang tidak sampai 7 tahun lagi. Tidak ada infeksi baru HIV, Tidak ada orang meninggal karena AIDS, Tidak ada stigma dan diskriminasi bagi Orang dengan HIV (ODHIV),” ucap dia.

Kegiatan sosialisasi ini jelas Yosafat, diorganisir oleh WPA (Warga Peduli AIDS) dan KDS (Kelompok Dukungan Sebaya) di Desa Bakustulama dengan menghadirkan peserta dari warga dan pimpinan lokal setempat serta Camat dan para Kepala Desa di Kecamatan Tasifeto Barat.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati dan Ibu Wakil Ketua TP PKK Belu. Kehadirannya tidak saja memotivasi warga dan pimpinan desa tetapi juga warga setempat juga menyampaikan kebutuhan air bersih yang langka pada musim panas ini, dan sudah mendapat respon langsung dari Wakil Bupati,” pungkas dia.