Tolak Korupsi Kuatkan Integritas Diri
Kupang, NTTOnlinenow.com – Untuk menolak korupsi caranya memperkuat integritas diri. Integritas diri terbentuk karena takut Tuhan, membangun moralitas dan nilai nlai kejujuran.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan HAM NTT, Mercy Djone, SH menyampaikan hal itu kepada media ini di salah satu hotel di Oesapa disela sela kesibukannya menutup Workshop Membangun Budaya Anti Korupsi yang diselengarakan Kanwil Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM NTT, Selasa (23/5).
Menurut Mercy, di internal Kemenetrian Hukum dan HAM NTT saat ini, nyaris tidak ada komplain pelayanan publik dari penerima layanan publik karena ada sistem yang terbangun untuk mencegah korupsi dengan pelayanan berbasis aplikasi.
Misalnya katanya menerima layanan tidak bertemu secara langsung dengan pemberi layanan.
Tetapi menurutnya, sebaik baiknya sistem yang namanya manusia karena kedagingannya sewaktu waktu bisa jatuh dalam kesalahan.
Karena itu, tambahnya harus dibekali dengan membangun dan menguatkan integritas diri melalui berbagai diskusi, training dan forum forum belajar bersama lainnya.
Menurut dia, dalam forum forum tersebut kepada seluruh pegawai diingatkan pentingnya membangun integritas, merawatnya. “Cara membangun dan merawatnya dengan takut Tuhan, kejujuran, memberi pelayanan publik yang baik kepada masyarakat, taat akan peraturan perundang undangan. Wujud menghormati Tuhan itu dengan memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Dia menegaskan sebagus atau sebaik apapun aplikasi semua akan kembali kepada aktor kunci. Karena itu, penting untuk terus menerus mengkampanyekan menolak korupsi.
Lebih lanjut dikemukakannya, kalau tidak mempunyai integritas diri yang baik maka korupsi bisa saja terjadi, meski sudah ada sistem dan layanan aplikasi.
Dicontonhkannya dalam tender proyek barang dan jasa semua sudah berbasis aplikasi. Jika tidak memiliki integritas diri yang baik bisa saja orang memasukukan berbagai kepentingannya, sehingga panitia pengadaan barang dan jasa bersikap tidak objektif.
Dipercayainya dengan aktor kunci berintegritas dan proses proses yang transparan, baik menghasilkan hasil yang baik. Contoh lain, pelayanan di Imigrasi ada standar operasional pelayanan (SOP) sudah terukur, waktu, biaya.
Tetapi tegasnya jika aktor kunci-nya tidak memiliki integritas meski ada layanan aplikasi ia bisa saja menghambat warga yang membutuhkan pelayanan publik.
Dalam pelayanan publik orang mengurus merek, pengurusan izin notaris ujarnya bisa saja mereka dipersulit. Tetapi jika ada integritas diri yang kuat maka SOP SOP yang ada akan dituruti soal waktu maupun biaya.
“Saya selalu tegaskan jangan pernah mempersulit dan menghambat pelayanan. Karena itu, pentingnya membangun kesadaran moral yang baik. Kunci takut akan Tuhan karena Tuhan tidak pernah tidur. Takut akan tuhan dengan menjaga integritas ,” tegasnya dan menambahkan intinya berbuat baik kepada sesama sebagai tanggung jawab kita kepada Tuhan.
Ia menyebutkan di internal lembaganya untuk mencegah korupsi melayani yang baik sehingga sangat minim komplain. Kalaupun ada komplain itu segera harus direspon. (non)

