Hujan Deras Picu Tanah Bergerak Hingga Jalan Sabuk Merah di Belu Perbatasan RI-RDTL Amblas

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Hujan deras yang turun dalam dua pekan terkahir mengakibatkan bencana di beberapa wilayah Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL.

Informasi yang diperoleh media dari lapangan, salah satunya jalan sabuk merah perbatasan di Laktutus yang berlokasi di Dusun Wedare, Desa Nananoe, Kecamatan Nanaet Dubesi amblas kurang lebih lima meter dengan kedalaman tanah (longsor) sekitar satu meter.

Jalan sabuk merah sepanjang garis perbatasan yang menghubungkan wilayah Laktutus dengan Dafala, Kecamatan Tastim itu amblas dipicu tanah bergerak setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras, Kamis (5/1/2023).

Pergeseran tanah itu tidak saja merusak akses transportasi (jalan raya) namun juga mengancam sejumlah rumah milik warga masyarakat di Dusun Wedare.

Hujan Deras Picu Tanah Bergerak Hingga Jalan Sabuk Merah di Belu Perbatasan RI-RDTL Amblas

Fenomena tanah bergerak hingga amblasnya jalan tersebut membuat arus lalu lintas lumpuh. Kendaraan warga yang hendak melintasi jalan itu terpaksa berhenti sementara.

Sementara itu terdapat delapan unit rumah warga di lokasi setempat yang terancam longsor akibat pergerakan tanah tersebut. Satu unit rumah diantara mengalami retak dinding akibat retakan tanah itu.

Tidak saja itu, kerusakan jalan akibat bencana longsor juga terjadi di tiga titik lainnya dalam wilayah Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu.

Adapun titik jalan Kabupaten yang longsor pasca diguyur hujan deras berlokasi di Alas Moruk, Desa Nanaet. Jalur tersebut penghubung akses transportasi Laktutu dengan Halilulik.

Diketahui, Camat Nanaet Dubesi Vinsen Mau didampingi staf langsung turun ke lokasi bencana guna memantau sekaligus melihat langsung kerusakan akibat bencananya.