Selain Dirugikan, Pemilik Warung Sesalkan Oknum Sebarkan Foto Temuan Jari Manusia
Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Tasifeto Timur tengah memeriksa sejumlah pihak terkait kasus temuan jari kaki manusia di sayur lode tahu beberapa waktu lalu.
Adapun pihak-pihak terkait yang dimintai keterangan diantaranya, pelapor, dua saksi, pemilik warung serta pemilik perusahaan tahu.
Kapolsek Tastim, Ipda Mahrim yang dikonfirmasi media Senin lalu mengatakan, kasus tersebut sementara ditangani penyidik dengan memeriksa pihak-pihak terkait.
“Masih kita lidik ambil keterangan orang-orang yang mengetahui kejadiannya,” terang dia.
Terpisah, pemilik warung YKD mengakui dirinya telah empat tahun membuka usaha warung makan dan selama itu tidak pernah ada persoalan yang terjadi, dan baru pertama terjadi kasusnya.
Atas kejadian itu, dirinya sangat merasa dirugikan lantaran selain nama baik usaha mereka, juga mengalami kehilangan pelanggan atas kejadian tersebut.
“Saya sangat merasa dirugikan karena selain nama baik usaha, juga mengalami kehilangan pelanggan say,” tutur dia, Selasa (13/12).
“Saya sangat menyesali perbuatan oknum uang sudah menyebarluaskan foto dan mencemarkan nama baik saya dan keluarga,” tambah dia.
Lebih lanjut disampaikan, terkait kasus tersebut dirinya telah dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Tastim. Selain itu, pihak Polsek juga telah datangi kediamannya lokasi warung melakukan pemeriksaan mulai dari proses pembuatan makanan dan tidak ditemukan adanya persoalan.
“Sebagai pemilik usaha saya merasa di fitnah dan dirugikan,” ungkap dia.
Bersamaa, Petrus Watu yang pertama kali menemukan adanya potingan jari manusia dalam sayur itu mengatakan, awalnya dia menyuruh kedua rekan kerja untuk membeli lauk untuk dikonsumsi bersama di lokasi proyek.
Saat itu, jelas dia kedua rekannya lebih dahulu menyantap siang. Kemudian dirinya ikut menyantap, dan tak sadar nasi serta lauk yang dimakan hampir habis dirinya kaget menemukan potongan jari manusia dalam tahu.
Meski demikian dirinya terus menghabiskan makanannya dan tidak mau persoalkan masalah itu. Namun, selang beberapa saar kemudian dirinya dijemput anggota Polsek lantaran kejadian tersebut telah viral di media sosial.
Padahal, jelas Petrus pasca kejadian dirinya bersama pemilik warung telah saling berjabatan tangan dan saling memaafkan.
“Sebagai manusia saya memaafkan karena pemilik warung juga merupakan seorang ibu dan dari pengakuannya secara pribadi meyakinkan bahwa ibu tersebut tidak melakukan kejahatan. Karena dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka jari,” ucap dia.
“Dan saat ini masalah sudah virak dimana-mana dan jujur saya tidak melakukan itu karena kami sudah punya kesepakatan damai,” tambah Petrus.

