Pecahkan Rekor Maradona, Akankah Messi Bawa Tim Tanggo Juara World Cup Qatar ?

Bagikan Artikel ini

Laporan Frans Watu
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Laga kock out 16 besar World Cup Qatar, Argentina vs Australia, Minggu (4/12/22) di Ahmaed bin Ali Stadium, menjadikan catatan manis dalam karier sepak bola seorang Lionel Messi.

Kapten Argentina Lionel Messi tampil penuh saat Argentina melakoni laga hidup mati melawan Australia. Pasukan Tanggo Argentina unggul 2-1. Kedua gol Argentina masing-masing dicetak Leonel Messi di menit ke 35 dan Julian Alvares menit 57. Sedangkan gol balasan Australia dicetak pada menit 77 lewat sepakan Enzo Fernandez.

Gol Messi dalam laga ini tentunya menjadi catatan tersendiri, dimana gol tersebut tercatat melampaui rekor gol Diego Armando Maradona di World Cup. Laga Argentina vs Australia tercatat sebagai penampilan ke 1000 dan gol ke 9 bagi Messi selama World Cup. Maradona dalam kariernya bermain di World Cup mencatat 8 gol.

Selanjutnya Lionel Messi masih membutuhkan 1 gol lagi untuk melampaui catatan 10 gol yang diukir Gabriel Batistuta, yang merupakan gol terbanyak bagi Timnas Argentina di World Cup.

Jika catatan rekor gol Batistuta terlampaui, selanjutnya yang dinantikan fans Tanggo dari seorang Messi adalah memenangkan trofi World Cup yang ke tiga bagi Tim Tanggo Argentina.

La Albiceleste sukses menjadi juara World Cup 1978, saat Argentina menjadi tuan rumah. Skuad La Albiceleste yang kala itu dilatih oleh César Luis Menotti mengangkat trofi juara setelah mengalahkan Belanda 3-1 di final. Laga bersejarah itu berlangsung pada 25 Juni 1978 di Stadion Monumental, Buenos Aires. Sejumlah pilar La Albiceleste kala itu ialah Daniel Passarella (kapten tim), Osvaldo Ardiles, Américo Gallego, hingga sang bintang Mario Kempes.

Berselang 8 tahun kemudian, negara Amerika Latin ini kembali tampil sebagai juara di World Cup 1986 yang berlangsung di Meksiko. Beberapa pemain utama Tim Tanggo kala itu ialah Diego Maradona, Jorge Valdano, Jorge Burruchaga, serta Oscar Ruggeri. Di bawah tangan dingin pelatih Carlos Bilardo, Diego Maradona dan kolega menyudahi perlawanan Jerman Barat dalam partai final dengan skor 3-2 di Stadion Azteca, Mexico City, 29 Juni 1986.

Dalam gelaran World Cup 1986, Argentina meraih kemenangan kontroversial di perempat final World Cup melawan Inggris. Gol pertama yang dilesakkan Maradona ke gawang Peter Shilton menjadi polemik karena menyentuh tangan sang pemain. Meskipun wasit tidak mengetahuinya, banyak orang menyaksikan aksi Maradona itu. Gol yang mengantarkan Argentina unggul 2-1 atas Inggris tersebut lantas mendapat julukan “Gol Tangan Tuhan.” Nama besar Maradona tidak surut akibat gol kontroversial itu karena ia melakukan solo run yang menuai pujian saat mencetak gol kedua.

Usai meraih prestasi terbaik kedua di Meksiko, La Albiceleste tidak mampu finis juara hingga kini. Prestasi tertinggi Argentina setelah 1986 adalah runner-up di World Cup 1990 (Italia) dan World Cup 2014 (Brasil). Artinya, Timnas Argentina telah puasa gelar World Cup selama 36 tahun. Edisi ke-22 di Qatar pun bisa menjadi momentum bagi Lionel Messi, Lisandro Martínez, Ángel Di María, Lautaro Martínez, Emiliano Martinez, Cristian Romero, Rodrigo de Paul, untuk segara memecahkan kebuntuan selama 4 dekade tersebut.